Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 06/10/2008
Tarik ulur pemilu majelis rendah Jepang
Dalam pidatonya baru-baru ini, Perdana Menteri Jepang Taro Aso mengindikasikan akan mengajukan wacana kedua kalinya untuk menjegal upaya mempercepat pemilu di majelis rendah.
Aso justru mengajukan tambahan anggaran guna pembentukan sebuah lembaga konsumen dan memperkuat misi Maritime Self-Defense Force (MSDF) di Samudra Hindia.
Baginya, tambahan anggaran tersebut lebih diprioritaskan daripada merespons upaya percepatan pemilu di majelis rendah.
Namun di lain pihak, partai oposisi utama di Jepang, Minshuto (Democratic Party of Japan), menolak usulan penambahan anggaran tersebut, dan mendesak dilakukannya pemilu majelis rendah.
Tampaknya pihak koalisi partai yang berkuasa akan menggunakan dua pertiga suara mereka di majelis rendah untuk mengusulkan penundaan pemilu, paling tidak hingga akhir tahun ini atau awal tahun depan.
Namun sejumlah pihak mengkritik upaya penundaan pemilu tersebut. Mereka menilai pemilu harus segera dilaksanakan, guna merespons krisis finansial. Jepang kini mengkhawatirkan terjadinya kevakuman politik, suatu keadaan yang tentu saja sangat ditakuti.
Sejak partai koalisi kalah dalam pemilu majelis tinggi pada musim panas 2007, proses politik di Jepang sempat gonjang-ganjing beberapa kali di bawah pemerintahan Shinzo Abe dan Yasuo Fukuda.
The Asahi Shimbun, 4 Oktober
bisnis.com