Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 08/10/2008
Politisi Jepang 'apatis' soal iklim
Di tengah riuhnya pembicaraan politik mengenai pemilihan anggota Majelis Rendah, ada satu isu penting yang tampaknya luput dari debat parlemen yaitu bagaimana menghentikan pemanasan global.
Anggota parlemen tampaknya masih belum bernafsu mengembangkan isu tersebut. Diamnya mereka bisa ditafsirkan bahwa isu pemanasan global sudah tidak menarik lagi dibahas menyusul usainya pertemuan puncak negara-negara maju yang terbagung dalam G-8 di Danau Toyako, Hokkaido beberapa waktu lalu.
Kita tidak boleh abai menghadapi situasi ini. Sikap kita dalam menghadapi pemanasan global pada gilirannya akan menentukan atau memengaruhi pembangunan ekonomi dan sosial pada abad ini.
Dalam pemilihan umum di negara-negara industri maju, ada norma-norma yang tidak tertulis dan berlaku bagi partai politik serta kandidat-apa pun ideologi dan program politik mereka-untuk memperkenalkan visi dan misi untuk menekan pemanasan global.
Di AS misalnya, di mana pemerintahan Presiden George W. Bush lebih banyak bersifat defensif dalam menghadapi isu perubahan iklim, capres dari Demokrat Barack Obama dan rivalnya dari Republik John McCain berkomitmen untuk menetapkan target yang jelas dalam upaya menekan emisi gas karbon maupun gas rumah kaca lainnya.
The Asahi Shimbun, 7 Oktober
bisnis.com