Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 09/10/2008

Kebencian AS terhadap Bolivia

Sangat dipahami mengapa pemerintahan Bush dan Congress begitu benci terhadap Presiden Bolivia Evo Morales. Pasalnya, Bolivia sangat tidak kooperatif dan tidak mendukung program antinarkotika yang digulirkan pemerintah AS.

Morales bahkan mengancam pihak-pihak, termasuk oposisi, yang mencoba mendukung AS dalam memerangi narkoba. Morales juga telah 'memecat' Duta Besar AS untuk Bolivia Philip Goldberg.

Selain itu, Bolivia dan Ekuador telah membekukan sementara pangkalan militer udara AS di kota pesisir di Manta selama enam bulan, yang berpotensi diperpanjang 6 bulan lagi.

Washington telah mencoba membatasi ruang gerak Morales, antara lain dengan mempersempit pasar Bolivia ke Negara Paman Sam, juga memutus jaringan pemasaran produk kokain.

Tapi Morales tampaknya tak gentar terhadap sanksi tersebut. Dia bahkan berupaya 'memanas-manasi' AS dengan berencana membeli helikopter dari Rusia, dan mempererat hubungan dengan Iran dan Venezuela-dua negara yang juga tidak disukai AS.

Seperti yang pernah dilakukan terhadap negara-negara yang tidak mau bekerja sama dengan AS, Bush berencana memberikan sanksi ekonomi terhadap Bolivia.

International Herald Tribune, 8 Oktober

bisnis.com

Berita Lain

  • Selamatkan dana nasabah
  • Tantangan Obama
  • Alkoholik manula
  • Memanfaatkan momentum
  • Bantuan kemanusiaan
  • Kekosongan catatan e-mail
  • Pelatihan kerja
  • Chrysler & bailout pemerintah
  • Dialog China-Tibet