Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 10/10/2008
Krisis finansial, hukuman bagi AS
Ketika Amerika Serikat (AS) 'bersin-bersin', negara-negara lainnya langsung terserang pneumonia (radang paru-paru). Ungkapan ini memang pas, dan sudah terbukti saat Negeri Paman Sam diterpa krisis finansial saat ini.
Presiden Venezuela Hugo Chavez bahkan menegaskan krisis finansial AS akan menyapu dunia dengan sapuan berkekuatan 'seribu angin ribut'.
Presiden Brasil Luis Inacio Lula da Silva berpendapat senada. Menurut dia, resesi di sebuah negara seperti AS dapat memicu masalah bagi semua negara di dunia.
Jika pemimpin negara di kawasan Amerika Latin harus kelabakan, pemimpin negara di Eropa terlihat lebih rasional. Hal ini disebabkan oleh kekuatan yang dimiliki negara-negara Eropa yang tergabung dalam Uni Eropa. Mereka secara kompak berjuang agar mata uang euro tidak tertekan oleh dolar AS, bahkan diupayakan menguat lebih tinggi lagi.
Kekuatan kerja sama antaranggota Uni Eropa bisa menjadi pelajaran berharga bagi AS yang terlalu arogan dan merasa sebagai negara paling super di dunia.
Presiden AS mendatang harus lebih meningkatkan kerja sama multilateral, tidak hanya dalam memerangi terorisme dan nuklir saja, tapi juga menyusun aturan dan regulasi menyangkut globalisasi ekonomi.
International Herald Tribune, 9 Oktober
bisnis.com