Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 10/10/2008
Diplomasi Aso terhadap oposisi
Dalam pidato umum pertamanya akhir bulan lalu, Perdana Menteri Jepang Taro Aso menegaskan bahwa dirinya tidak akan menanggapi setiap isu yang berkembang dan cenderung menyerang pemerintahannya.
Namun, pernyataannya itu harus gugur ketika Aso bersama dengan jajaran kabinetnya mengadakan pertemuan/debat dengan kalangan oposisi di DPR. Pertanyaan-pertanyaan menyudutkan yang dilontarkan kalangan oposisi harus dijawab oleh anggota kabinet dengan tuntas.
Akan tetapi Aso beserta kabinetnya masih bisa berkelit dari pertanyaan menyudutkan. Mereka cenderung memberikan jawaban yang mengambang. Dalam masalah alokasi pendapatan pajak untuk jalan misalnya, Aso menegaskan bahwa pajak jalan akan diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan serta pemeliharaan jalan, dan sisanya akan dialokasikan untuk mendanai proyek nonjalan.
Namun, ketika ditanya berapa persen alokasi dana untuk proyek nonjalan itu, Aso secara diplomatis menjawab bahwa angka pastinya baru diketahui setelah anggaran tahunan rampung pada Desember.
Dalam beberapa waktu terakhir ini, situasi politik di Jepang memang agak memanas, terutama menjelang pemilu di Majelis Rendah.
The Asahi Shimbun, 9 Oktober
bisnis.com