Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 11/10/2008
Menuju akhir permainan di Irak
Siapa pun yang jadi Presiden Amerika Serikat (AS), 'permainan' di Irak tampaknya bakal segera berakhir. Senator Barack Obama telah mengusung program penarikan pasukan AS dari Irak dalam waktu yang secepat-cepatnya.
Demikian pula dengan Senator John McCain yang mengaku tidak mampu 'menyantuni' sekian banyak tentara AS di Irak dalam waktu yang terlalu lama.
Tanpa menarik pasukan dari Irak, Pentagon tentunya tidak punya cukup pasukan untuk bertempur di Afghanistan, tempat di mana AS harus berhadapan dengan teroris Al Qaeda dan Taliban.
Naskah kesepakatan keamanan AS dan Irak kini sedang disusun dan segera rampung. Dalam kesepakatan itu, AS harus menarik pasukan paling lambat akhir 2011. Ini lebih lama dibandingkan dengan program Obama yakni pertengahan 2010.
Salah satu tugas berat pemerintahan Bush adalah menjamin dan meyakinkan tidak ada lagi peperangan antara kaum Shiite dan Sunni.
Perdana Menteri Irak Nuri Kamal al-Maliki juga tidak percaya dengan Awakening Councils, sebuah badan yang menampung 54.000 orang kamu Shiite yang konon dibentuk untuk menjaga jarak agar tidak berhadapan langsung dengan kaum Sunni. Tugas berat lainnya dari Bush adalah soal pembagian yang adil dari hasil minyak di Irak.
International Herald Tribune, 10 Oktober
bisnis.com