Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 14/10/2008

Pasar saham babak belur

Pasar saham global tengah dilanda guncangan hebat. Pada Jumat lalu di Tokyo, Indeks Nikkei terjun bebas lebih dari 1.000 poin atau mendekati level penurunan terburuk 500 poin menjadi 7,607 setelah era gelembung ekonomi.

Bukan hanya itu, indeks lainnya juga anjlok lebih dari 3.000 poin hanya dalam tujuh hari perdagangan. Di antara pasar saham utama dunia, bursa Jepang mengalami penurunan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Tidak mudah menjelaskan mengapa dampak krisis finansial global membuat Jepang agak oleng. Paling tidak hal itu sebagian disebabkan oleh sejumlah faktor yang mendorong laju pertumbuhan ekonomi selama enam tahun.

Nilai ekspor yang tinggi merupakan mesin utama perekonomian Jepang untuk terus tumbuh dalam tujuh tahun terakhir. Namun nilai tukar yen terhadap dolar yang sudah mencapai kisaran 97  yen per dolar membuat sesak para eksportir besar.

Kondisi demikian akhirnya memaksa para investor untuk memburu saham-saham blue chip, terutama emiten yang bergerak di sektor otomotif dan elektronik.   

Salah satu masalah utama yang dihadapi perekonomian Jepang adalah bahwa pasar sahamnya sangat bergantung pada investor asing. Sementara itu, krisis finansial telah memicu aksi rush di kalangan investor AS dan Eropa. Efek berantai ini juga dirasakan bursa Jepang.

The Asahi Shimbun, 13 Oktober

bisnis.com

Berita Lain

  • Selamatkan dana nasabah
  • Tantangan Obama
  • Alkoholik manula
  • Memanfaatkan momentum
  • Bantuan kemanusiaan
  • Kekosongan catatan e-mail
  • Pelatihan kerja
  • Chrysler & bailout pemerintah
  • Dialog China-Tibet