Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 14/10/2008

Kebijakan energi dua capres

Dari serangkaian materi debat capres McCain, rakyat AS tampaknya belum mendengar secara gamblang visi dan misinya mengenai masalah energi.

Lagi pula, kita mengetahui pula sejumlah perbedaan mendasar antara John McCain dan Barack Obama. Hal yang sama berlaku pula pada Obama yang cukup gencar mengusung dua isu besar di bidang energi yaitu ketergantungan pada minyak BBM dan isu perubahan iklim.

Sebaliknya, McCain cenderung menahan diri. Seperti yang terlihat dua bulan lalu, capres dari Partai Demokrat itu maju dengan konsep yang jelas dan berani memperkenalkan harga tetap untuk BBM dalam paket kebijakan yang disebut Strategic Petroleum Reserve.

Strategi tersebut cukup masuk akal meski terkesan 'terlalu maju'. Obama mengatakan dia akan membatasi emisi karbon dengan program perdagangan, menggenjot investasi di bidang energi alternatif, meningkatkan standar ekonomi minyak negara bagian, dan menyisihkan  10% dari konsumsi energi AS untuk dimanfaatkan bagi pengembangan sumber daya terbarukan pada 2012.

Sementara itu, sikap McCain masih mengambang. Dia pernah mengatakan memiliki program serupa dengan Obama tetapi kemudian dia mengemukakan lebih suka menggali sumur minyak baru.

International Herald Tribune, 12 Oktober

bisnis.com

Berita Lain

  • Selamatkan dana nasabah
  • Tantangan Obama
  • Alkoholik manula
  • Memanfaatkan momentum
  • Bantuan kemanusiaan
  • Kekosongan catatan e-mail
  • Pelatihan kerja
  • Chrysler & bailout pemerintah
  • Dialog China-Tibet