Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 15/10/2008

Hulu ledak nuklir yang tidak perlu

Di bawah pemerintahan Bush, ide buruk tidak pernah mati. Jadi, jangan heran bila Pentagon dan Departemen Energi mengeluarkan kebijakan baru-yang diharapkan bisa dilanjutkan di era presiden baru-mengenai pentingnya AS memperkuat kemampuan pertahanannya dengan hulu ledak nuklir baru.

Hampir dua dekade setelah negeri ini menghentikan pembangunan senjata nuklir, perbincangan mengenai senjata mematikan itu seharusnya dihentikan saja.

Rancangan kebijakan pertahanan tersebut sudah ditandatangani Menteri Pertahanan Robert Gates dan Menteri Energi Samuel Bodman. Mereka mengklaim persediaan hulu ledak saat ini dalam kondisi 'aman, terkendali, dan dapat diandalkan'.

Keputusan apa pun untuk membangun senjata baru bisa menjadi bumerang bagi AS, karena dipastikan memicu kecurigaan dunia mengenai penolakannya terhadap bahaya program nuklir Korea Utara dan Iran.

Rencana kebijakan bertajuk Penggantian Hulu Ledak Nuklir itu tampaknya lebih ditujukan untuk mengamankan wilayah AS dari serangan teroris, sehingga tidak hanya terbatas pada program peremajaan persenjataan.

Otoritas pertahanan mengklaim bila AS memiliki hulu ledak baru, pemerintah tidak perlu lagi menyimpan terlalu banyak hulu ledak itu untuk mengantisipasi kesalahan teknis.

International Herald Tribune, 13 Oktober

bisnis.com

Berita Lain

  • Selamatkan dana nasabah
  • Tantangan Obama
  • Alkoholik manula
  • Memanfaatkan momentum
  • Bantuan kemanusiaan
  • Kekosongan catatan e-mail
  • Pelatihan kerja
  • Chrysler & bailout pemerintah
  • Dialog China-Tibet