Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Tajuk
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 05/12/2008
Krisis politik Thailand
Dalam perkembangan kondisi politik Thailand yang tengah kacau, Mahkamah Konstitusi Selasa lalu telah membubarkan People Power Party dan dua koalisi lain yang berkuasa atas tuduhan penipuan atas hasil pemilihan saat pemilu pada Desember tahun lalu.
Mahkamah juga melarang mantan perdana menteri Somchai Wongsawat dan para anggota partai eksekutif lainnya untuk terlibat dalam politik selama 5 tahun sejak berakhirnya kabinet Somchai.
Para anggota National Assembly, salah satu partai yang dibubarkan saat ini sedang mencoba membentuk koalisi baru dengan nama baru.
Namun, kekuasaan pihak oposisi dan antipemerintah sangat tidak menyambut baik kabinet "baru" yang dibentuk, yang merupakan kelanjutan dari kabinet sebelumnya.
Politik Thailand saat ini berada di persimpangan jalan yang sangat menentukan.
Sebagai sebuah negara di kawasan Asia Tenggara, Thailand telah dianggap sebagai negara yang melaksanakan demokrasi dengan perekonomian yang kian berkembang. Thailand juga memiliki hubungan diplomatik dengan Jepang, dan krisis yang terjadi di Thailand sangat mengundang perhatian kami.
The Asahi Shimbun, 4 Desember
bisnis.com