Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 21/09/2007

Microsoft terapkan Software Protection Platform

JAKARTA: Microsoft dalam beberapa bulan ke depan akan mengaktifkan platform teknologi baru, Software Protection Platform, sebagai salah satu bagian aksi Genuine Software Initiative (GSI) pada seluruh versi Windows Vista dan Windows Server 2008.

Di sisi lain, vendor peranti lunak itu juga menemukan bukti software Microsoft palsu disebarkan dan diproduksi oleh sindikat terorganisir.

Keith Beeman, Senior Director Worldwide Anti-Piracy Microsoft Corporation, menegaskan platform itu saat ini sedang dipersiapkan hingga 100% jadi.

"Ini bisa [diaktifkan] mulai bulan depan atau dua bulan lagi termasuk di Indonesia," ujarnya kemarin di sela-sela pemaparan GSI.

Menurut dia, platform itu memungkinkan Microsoft melakukan pengurangan fungsi pada Windows Vista yang dikenali sebagai produk palsu setiap hari dalam 30 hari. Seperti diketahui, setelah pengguna diberikan tenggat 30 hari, mereka diminta untuk melakukan validasi melalui Internet.

"Pengurangan fungsi ini misalnya layar [monitor komputer] akan menjadi gelap dan tidak ada apa pun," tuturnya.

Setelah validasi dilakukan, maka Windows asli secara otomatis akan selalu dapat dimutakhirkan (up-date). Sementara itu pemakaian Vista tanpa terkoneksi Internet menyebabkan Vista, yang diluncurkan sembilan bulan lalu tersebut, tidak ter-update.

Menurut Beeman, di negara lain Microsoft belum mengumumkan secara eksternal mengenai waktu pasti pengaktifan platform yang juga ditujukan untuk Windows Server tersebut.

Beeman mengatakan platform proteksi itu merupakan pilar rekayasa (engineering) dari GSI di samping penyediaan hologram unik, strip sensitif, validasi Windows dan validasi Office. "Ada 250 orang kerja full time untuk upaya ini," katanya.

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • AKSES
    Esia ekspansi ke Tegal
  • Dell incar pasar komputer UKM
  • Hyland patok 10% omzet dari Asia Pasifik
  • Telkomsel meraih izin remittance BI