Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 29/10/2007

'Indonesia jadi pasar besar bagi blog'

JAKARTA: Bisnis konten yang dikemas dalam bentuk blog menyediakan ceruk pasar baru menyusul mulai banyak korporasi yang mencari tempat alternatif untuk beriklan.

Namun, blog komersial tetap harus memenuhi sejumlah syarat untuk bersaing dengan media konvensional.

Blog merupakan salah satu bentuk baru dari konsep Web generasi kedua-disebut juga Web 2.0-yang antara lain memungkinkan pengakses mengembangkan kontennya sendiri dan bersifat aktif.

Direktur Virtual Consulting Nukman Luthfie mengatakan blog sebagai alternatif media baru di Indonesia harus berani melakukan branding jika ingin meraih pasar.

Menurut dia, Indonesia bisa menjadi pasar yang besar bagi pengguna blog atau blogger yang ingin meraup pendapatan.

"Beberapa perusahaan [advertiser] sudah menyadari kekuatan blog," ujarnya di sela-sela Pesta Blogger 2007, Sabtu.

Dia memberikan contoh sudah ada blog lokal yang meraih pendapatan riil dari dalam negeri dan menjadi tempat baru bagi profesi ahli pemasaran online, sistem informasi serta wirausahawan.

"Saat ini pengiklan tengah mencari dan membutuhkan tempat untuk beriklan seperti melalui blog dengan syarat trafik blog tinggi dan berkualitas," kata Nukman yang mengatakan minimal dibutuhkan 10.000 kunjungan per hari.

Budi Putra, Chief Executive Officer PT Asia Blogging Network, mengatakan konten menjadi kekuatan blog. "Masa depan blog ada pada konten. Sebaik apa pun teknologi dan penyedia jasa web kuncinya di konten," tandasnya.

Seiring bertumbuhnya blog-blog yang dibuat dan dikelola orang Indonesia, Asia Network telah menggagas jaringan blog sebagai salah satu cara mengorganisasi blog-blog tersebut sehingga mempunyai posisi tawar yang lebih besar.

Untuk tahap awal, jaringan yang dinamakan AsiaBlogging.com menampung lebih dari 70 blog. Setiap blog memiliki domain sendiri-sendiri, tetapi berada di bawah payung AsiaBlogging.

Sebagian blog menggunakan bahasa Inggris dan sebagiannya berbahasa Indonesia dengan aneka ragam topik mulai dari teknologi, bisnis, olahraga, gaya hidup, kesehatan, film hingga musik.

Di samping menggunakan sistem berbayar, lanjut Budi, pengorganisasian blog dalam satu jaringan ini memudahkan blogger berkonsentrasi mengisi konten tanpa perlu pusing memikirkan masalah teknis seperti nama domain dan penyedia hosting.

Boy Avianto, Konsultan Arsitektur Informasi dari Bina Nusantara, mengatakan pasar blog komersial masih kecil (market niche) karena blog baru merupakan pengekor dari media yang sudah ada.

"Kecuali yang lebih dulu semacam amazon.com," ujar Boy mencontohkan.

Sementara itu, kata Boy, pemilik situs web harus memahami dari kalangan mana pasarnya berasal dan bagaimana menjual layanannya. Sayangnya, budaya layanan (service) belum menjadi budaya dan perhatian serius di Indonesia.

Hari Blog Nasional

Menkominfo Mohammad Nuh telah mencanangkan 27 Oktober sebagai hari Blogger Nasional dalam kesempatan Pesta Blogger 2007, Sabtu, yang bertema Suara Baru Indonesia.

Acara itu dihadiri sekitar 500 blogger dari berbagai daerah seperti Poso, Padang, Makassar, Yogyakarta, Semarang, Bandung, Jakarta dan lainnya dari berbagai jenis blog di antaranya mewakili blog selebritas, personal, current issues, wanita dan marketing. 

Dirjen Aplikasi Telematika Depkominfo Cahyana Ahmadjayadi mengatakan basis blogger Indonesia sebesar 130.000 blogger itu masih terlalu sedikit.

"Saya ingin ajak komunitas untuk mencanangkan satu juta blogger dan blog sebagai program masal kolosal," ujarnya.

Dia memberikan contoh upaya menggagas program laptop murah bagi guru yang saat ini populasinya mencapai dua juta guru agar memudahkan mereka memasukkan materi ajarannya dalam blog. "Blogger adalah perekat bangsa, di satu sisi bisa mencerdaskan di sisi lain bisa membodohkan," kata Cahyana.

Depkominfo, tuturnya, menyusun kode etik konten yang berisi acuan nilai-nilai  seperti berekspresi dengan informasi yang benar dan tidak melecehkan pihak tertentu. Ketua Panitia Pesta Blogger 2007 Enda Nasution mengatakan komunitas tidak akan membentuk asosiasi kecuali Blogging Center.

Menurut Enda, Blogging Center diharapkan menjawab kebutuhan pemerintah untuk mengetahui seberapa besar populasi blogger dan pertumbuhannya. Di luar itu dapat menyediakan fasilitas advokasi bagi para blogger Indonesia dalam mengantisipasi permasalahan yang mungkin timbul di masa mendatang.

Enda juga mengharapkan meskipun blog tidak dikenal pemberedelan, blogger dapat menjaga kode etik konten tersebut termasuk segala konsekuensi kebebasan berekspresinya. (roni.yunianto@bisnis.co.id) 

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS
  • Telekomunikasi tumbuh 10%
    Insentif bea masuk kabel optik disiapkan