Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 13/12/2007

Percepat ekspansi, NTS sewa menara XL

JAKARTA: PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) dan PT Natrindo Telepon Seluler (NTS) menjalin kerja sama kontrak berbagi menara telekomunikasi antaroperator menyusul kebijakan pemerintah sebelumnya.

Kerja sama penyewaan dan pemanfaatan menara telekomunikasi itu diklaim menjadi kerja sama pertama dalam jumlah besar dan dilakukan secara komersial antaroperator di Indonesia.

Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi menuturkan kerja sama itu di samping untuk mendukung seruan pemerintah tentang berbagi (sharing) menara telekomunikasi sekaligus untuk mengembangkan industri telekomunikasi nasional.

"Pertimbangan bisnisnya saling menguntungkan, maka kami membuka diri untuk menyewakan menara telekomunikasi bagi operator lain yang berminat," ujarnya kemarin.

Dalam waktu dekat, kerja sama serupa juga akan dilangsungkan XL dengan sejumlah operator lainnya. Sementara itu, NTS menganggap bahwa menyewa menara telekomunikasi akan mendukung pengembangan bisnisnya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Hasnul mengatakan saat ini pihaknya sudah berbagi menara dengan salah satu operator untuk sebanyak 150 BTS. "Sedangkan menara bersama, seperti di negara lain, tidak semuanya dapat di-share," kata dia.

Itu karena pembangunan BTS umumnya tidak dilakukan secara serentak, sehingga praktik yang ada adalah sewa menara.

Presdir NTS Erik Aas menuturkan NTS mendukung inisiatif tersebut karena langkah itu mendukung bisnis sekaligus memberi manfaat bagi pelanggan melalui peningkatan jangkauan, kualitas jaringan dan memberikan akses layanan bergerak yang lebih baik di seluruh wilayah Indonesia.

"Kerja sama antara XL dan  NTS akan berlaku selama 10 tahun," paparnya menjelaskan besarnya akan disesuaikan dengan kebutuhan operator baru itu.

Rencananya dalam waktu dekat, NTS akan melakukan survei dan memperhitungkan jumlah menara telekomunikasi dan lokasi yang akan disewanya dari XL.

XL akan menggelar total 3.100 BTS dan 400 node-B (BTS 3G) dan dari total modal belanja US$700 juta yang sudah dialokasikan, saat ini sudah terserap 90%.

Kandungan lokal


Hasnul mengatakan sekitar 40% belanja modal gelaran jaringan base transceiver station XL menyerap kandungan lokal di mana dari total proyek pengerjaan BTS tersebut, sedikitnya 100 perusahaan lokal ikut dilibatkan.

"Dari sisi pembangunan per BTS, kandungan lokalnya bisa mencapai 70%," ujarnya belum lama ini.

Hasnul memberi contoh dalam pembangunan BTS, menara dihasilkan dari pabrik baja di Cilegon dan konstruksi beton menggunakan produk semen lokal. Dalam proyek jaringan XL biasanya operator tersebut juga melibatkan perusahaan lain dalam menangani engineering survey, manajemen proyek hingga teknis pemasangan menara.

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia





bisnis.com

Berita Lain

  • Telesis garap fiber optic di jalur busway
  • BSA: Pembajakan software turun 1 poin
  • AKSES
    Korsel buka diri terhadap Blackberry
  • AKSES
    Nokia perkuat fitur peta