Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 28/12/2007
Keterbatasan konten hambat penerapan e-learning
JAKARTA: Minimnya ketersediaan konten dan keengganan kolaborasi dalam pembuatan konten menjadi masalah yang menghambat kemajuan e-learning di Indonesia.
Romi Satria Wahono, CEO PT Brainmatics Cipta Informatika sekaligus pendiri situs pendidikan Ilmu Komputer yang memberikan pengetahuan seputar ilmu komputer secara cuma-cuma, mengatakan konten merupakan hal pokok yang memegang peran dalam pengembangan metode e-learning.
"Konten begitu penting sehingga ini bisa mengatasi masalah lain yang kini juga masih menghambat kemajuan e-learning, seperti ketersediaan peranti keras dan infrastruktur," tutur Romi di sela-sela acara seminar mengenai teknologi informasi dalam pendidikan, kemarin.
Romi mengatakan keberhasilan e-learning di negara lain terjadi berkat kesiapan para pelaku yang terlibat, mulai dari regulator, tenaga pendidik, dan sektor swasta dalam menggarap konten-konten edukasi. Romi mencontohkan penyelenggara jasa Internet (ISP) di Jepang yang menjual layanan beserta konten. Cara serupa merupakan tren yang bisa ditiru di Indonesia.
Dia menambahkan keengganan banyak pihak untuk berkolaborasi membuat produksi konten di negara ini kurang berkembang. Romi menegaskan banyak dampak positif yang dapat dipetik jika para pelaku yang terlibat bekerja bersama mengembangkan konten.
"Ini kan era kolaborasi. Sharing akan menambah kelengkapan materi. Semua orang bisa berpartisipasi untuk mengembangkan konten tersebut bersama-sama."
Beberapa kesalahan pandangan mengenai metode e-learning, seperti anggapan bahwa metode ini menggantikan peran guru secara keseluruhan, e-learning sebagai alat pengganti buku teks, juga metode e-learning memerlukan investasi yang besar, menjadi penyebab kurang berkembangnya e-learning di Indonesia.
Selain itu, lanjut dia, konten e-learning yang masih disajikan menggunakan metode konvensional dan tidak melibatkan Internet juga menjadi faktor penghambat.
Romi mengatakan ke depannya perlu dilakukan sejumlah perbaikan, khususnya peningkatan produksi konten. Penyediaan infrastruktur dan peranti keras tanpa disertai konsep penugasan dan bahan ajar yang jelas dari tenaga pendidik tidak akan mendorong perluasan e-learning.
Metode implementasi teknologi, seperti e-learning dan implementasi Internet ke sekolah-sekolah, lanjut dia, harus terus didukung sebab memberikan beragam manfaat, seperti membuka mata ke dunia luas, membentuk generasi kreatif, produktif dan mandiri. Internet juga merupakan sumber pengetahuan yang tanpa batas dan membantu proses belajar mengajar.
Oleh Ratna Ariyanti
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- MONITOR
Pasar Bluetooth tumbuh 26% - KLIK
Seagate luncurkan SAVVIO 10K.3 Drive - KLIK
Cisco perkenalkan platform LinkSys - Menimang teknologi komputasi alternatif
- SOSOK
Pernah bercita-cita jadi tentara