Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 21/02/2008
Pengusaha antusias adopsi ThinkFree
JAKARTA: Pengusaha komputer lokal, warung Internet, dan penyedia layanan aplikasi (ASP) antusias mengadopsi ThinkFree, software independen yang baru diluncurkan baik untuk pasar ritel maupun proyek.
Irwin Day, Ketua Umum Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari), menuturkan masuknya software ThinkFree dari Haansoft akan membantu industri warung Internet lokal.
"Peranti lunak ini membantu kami tanpa mengurangi kompatibilitas dengan aplikasi yang ada," ujarnya kepada Bisnis di sela-sela peluncuran ThinkFree Office, Selasa.
Menurut dia, software itu juga membantu warnet yang sebagian sudah mulai tertarik menggunakan Linux. "Ini membantu warnet [secara umum] yang ingin menggunakan software legal dan opensource juga membantu," ujarnya.
Irwin menambahkan hingga saat ini jumlah anggota Asosiasi Warung Internet Indonesia mencapai 400 warnet.
ThinkFree Office merupakan aplikasi produktivitas dengan harga sekitar US$50 yang terdiri dari aplikasi perkantoran seperti pengolah kata (word processing), pengolah data (spreadsheet), dan aplikasi presentasi grafis yang memungkinkan pengguna membuat atau menyunting dokumen atau file mereka. Aplikasi ini juga kompatibel dengan produk aplikasi lainnya.
Sementara itu pengusaha perakit komputer notebook juga optimistis paket ThinkFree ke dalam seri-seri baru komputer yang akan dipasarkan bulan depan bisa menambah keamanan dan kenyamanan pembeli.
Djoenaidi Handojo, Director PT Berca Cakra Teknologi-produsen notebook Relion, menuturkan pihaknya akan memaket versi terbaru ThinkFree 3.4 ke produk Relion untuk desktop ataupun notebook.
"Ini akan kami pasarkan akhir Maret. Kami siap memasok notebook dengan aplikasi ThinkFree untuk berbagai proyek."
Dalam dua tahun terakhir, papar Djoenaidi, permintaan software Microsoft meningkat pesat. "Namun sebagian mengeluhkan harganya yang mahal."
Proyek-proyek tersebut diklaim bisa menyerap sekitar 2.000 komputer dan notebook. Berca tahun ini mematok pertumbuhan 30% hingga 40%.
Paling murah
Djoenaidi berpendapat meskipun tidak secara langsung berdampak pada peningkatan penjualan, paket ThinkFree itu memberi pilihan dengan penghematan bisa sampai US$200 untuk setiap pembelian PC atau notebook.
Selain memaket ThinkFree, Berca juga akan menjualnya melalui gerai-gerai ritel dengan dukungan reseller yang jumlahnya mencapai 40 reseller di Indonesia.
Dalam memasarkan ThinkFree, distributor PT Andalan Solusindo Pratama juga mendapat dukungan dari PT Informatika Solusi Bisnis, PT Wira Eka Bhakti serta PT Offistarindo Adhiprima.
Richard Kartawijaya, Managing Director PT Andalan Solusindo Pratama, menuturkan pemasaran software itu juga akan diperluas tidak hanya dalam bentuk paket dan cakram disk tetapi juga melalui penyedia software aplikasi yang akan menjualnya sebagai software as a service.
ThinkFree saat ini merupakan office suite termurah dibandingkan dengan para pesaingnya seperti StarOffice atau WordPerfect Office. Karena menggunakan Java, ThinkFree dapat dijalankan pada berbagai sistem operasi, seperti Windows, Mac OS X, Linux dan Sun Solaris. (roni. yunianto@bisnis.co.id)
Oleh Roni Yunianto & Gombang Nan Cengka
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- ETALASE
Yang beda dari Canon D10 - Akhir cerita SMS premium
- ETALASE
Pesona ponsel 3,5 G Nokia - Yang baru dari Firefox 3.5
Belum adanya fitur home page cukup disayangkan - MONITOR
Facebook jadi primadona di RI