Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 05/04/2008

Windows XP Sekarang hanya untuk PC murah

Kalau Anda berniat membeli PC baru tapi masih menyukai Windows XP, siap-siap saja bergegas membeli sistem operasi ini ke toko peranti lunak terdekat. Soalnya, sistem operasi Microsoft ini akan dihentikan penjualannya lewat tanggal 30 Juni depan, enam tahun delapan bulan selepas Windows XP pertama kali diluncurkan pada bulan Oktober 2001.

Meskipun Windows XP tak lagi dijual bebas (kecuali, seperti yang banyak ditemukan di Indonesia, kopi bajakan), Microsoft masih memberi kesempatan buat para produsen komputer untuk membundel sistem operasi populer ini dengan produk mereka.

Hanya saja ada syaratnya: Windows XP hanya tersedia untuk kelas komputer yang dinamakan Microsoft sebagai Ultra Low Cost Personal Computer (ULCPC). Versi yang tersedia terbatas pada Windows XP Starter Edition serta Windows XP Home. Pada kelas ULCPC ini, Windows XP akan tersedia paling tidak sampai 30 Juni 2010. Ini kalau Windows 7 belum dirilis setahun sebelumnya (Juni 2009).

Ketersediaan Windows XP untuk ULCPC (yang mencakup Asus Eee, Intel Classmate dan OLPC) ini memperpanjang usia sistem operasi gaek ini. Sebelumnya tanggal 30 Juni 2008 merupakan saat Microsoft merencanakan akan 'membunuh' Windows XP pada semua kelas komputer.

Salah satu penyebabnya agaknya adalah kemunculan komputer portabel mungil, ringan dan murah sebagai kelas baru yang tidak disangka-sangka oleh Microsoft. Tren teknologi sebelum ini adalah peranti keras dengan prosesor yang semakin cepat, dengan memori dan medium penyimpanan yang bertambah lapang. Sistem operasi Microsoft Windows Vista dikembangkan dengan anggapan ini: agar dapat berfungsi baik disarankan komputer memiliki RAM paling tidak 1 GB (minimum 512 MB). Instalasi Windows Vista sendiri memakan tempat di cakram padat sebesar 15 GB.

Namun, komputer seperti OLPC, Asus Eee dan Intel Classmate membalik kecenderungan ini. Kelas komputer baru ini memiliki RAM dan storage terbatas dibandingkan dengan komputer terbaru yang beredar saat ini. Dengan alasan tersebut, dan juga untuk menekan harga, kebanyakan pembuat komputer melirik sistem operasi open source (sumber terbuka) Linux.

Karena sifatnya yang bebas dan terbuka, Linux memang lebih mudah dimodifikasi dan disesuaikan untuk sistem dengan kemampuan terbatas.

Sistem operasi yang berbasis pada kernel Linux saat ini tidak hanya dijumpai pada server kelas atas, tetapi juga pada peranti embedded dan peranti bergerak seperti ponsel dan PDA. Karena peranti lunak ini tersedia gratis, pemilihan sistem operasi ini menjadi salah satu strategi untuk menekan harga.

Bagaimanapun masih banyak konsumen yang menginginkan Windows. Alasannya terutama karena pemakai sudah terbiasa dengan antarmuka sistem operasi tersebut. Selain itu banyak juga pemakai yang ingin menjalankan aplikasi tertentu yang tidak tersedia pada sistem operasi Linux.

Ini merupakan tantangan tersendiri buat Microsoft. Sistem operasi unggulan mereka, Windows Vista, jelas tidak cocok untuk komputer seperti EeePC, yang memiliki storage antara 2 GB dan 4 GB. Perkecualiannya adalah apabila storage yang digunakan adalah cakram padat.

Namun, ini menghilangkan keunggulan kinerja yang diperoleh dari penggunaan flash. Membiarkan Linux merajai kelas komputer ini tentu saja berisiko. Solusinya adalah mempertahankan Windows XP, yang memang masih memenuhi persyaratan, dan masih banyak digemari.

Namun, di sisi lain harus diingat juga bahwa Windows XP merupakan teknologi yang relatif lama. Apabila tidak dikembangkan lebih lanjut bisa jadi Linux dan peranti lunak open source lainnya menyalipnya dalam segi kemampuan. Distribusi Linux seperti Ubuntu misalnya saat ini sedang mengembangkan sistem operasi khusus untuk peranti bergerak murah, yang dinamakan Ubuntu Mobile.

Kalau kelas ULCPC terbukti sukses agaknya Microsoft harus terus memelihara dan mengembangkan Windows XP. Penerus Windows Vista, Windows 7 juga agaknya akan dirancang agar lebih efisien buat ULCPC. (redaksi@bisnis.co.id)

Oleh Gombang Nan Cengka
Kontributor Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • AKSES
    Lonjakan trafik XL 400%
  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS