Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 09/04/2008

Pemkot Semarang undang investor menara bersama

SEMARANG: Pemerintah kota (Pemkot) Semarang mengundang investor untuk mengelola menara telekomunikasi bersama (MTB) agar dimanfaatkan oleh  sejumlah operator seluler yang beroperasi ibu kota provinsi Jawa Tengah itu.

Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi Pemkot Semarang Bambang Sungkono mengatakan pembangunan menara telekomunikasi seluler di Semarang saat ini semakin menjamur.

"Kalau tidak diatur, Semarang bisa menjadi hutan menara," katanya kepada Bisnis di ruang kerjanya, kemarin.

Bambang tidak menyebutkan secara pasti jumlah menara yang ada di Semarang. Dia hanya mengatakan populasi menara tersebut sudah pada tingkat mengkhawatirkan.

Selain mengurangi estetika, menara telekomunikasi itu juga berpotensi membahayakan penerbangan dan membuat semrawut lalu lintas frekuensi.

Karena itu, lanjutnya, Pemkot Semarang mengundang investor untuk membangun dan mengelola MTB. "Sekarang memang masih dalam tahap pembicaraan awal."

Kasie Humas Pemkot Semarang Achyani menjelaskan sebenarnya pembangunan MTB ini sudah lama direncanakan oleh Walikota Semarang Sukawi Sutarip.

Dalam Peraturan Walikota Semarang No. 08/2007, Sukawi sudah menjelaskan tentang Peraturan Walikota No. 8/2007 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Penataan Menara Telekomunikasi Bersama di Kota Semarang.

Achyani menambahkan karena berbagai hal rencana itu belum juga dapat diwujudkan. "Hambatan yang diduga menjadi kendala adalah investasi yang telanjur ditanamkan perusahaan operator di sejumlah menara yang ada saat ini."

Saat disinggung tentang nilai investasi dan jumlah menara bersama yang akan dibangun, Achyani mengatakan sampai kemarin belum ada kepastian.

"Tapi sebenarnya kami ada angkanya namun belum bisa diungkapkan, karena perlu dibicarakan dengan pihak-pihak terkait lainnya," ujarnya.

Achyani menjelaskan bentuk pengelolaan MTB bisa dilakukan oleh swasta murni atau kerja sama Pemkot Semarang dengan swasta, atau bahkan badan usaha milik daerah.

Oleh Endot Briliantono
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • KLIK
    APC raih GEIT Awards
  • KLIK
    PC Lenovo ramah lingkungan
  • Gemalto kembangkan smart card di RI
  • AKSES
    Telkom raih penghargaan
  • AKSES
    NetApp mitra Microsoft terbaik
  • AKSES
    Jaringan Indosat aman
  • Global Teleshop incar ritel
  • Postel dinilai terlambat soal BlackBerry
    Depkominfo ancam pemblokiran total
  • Mengatur menara BTS tak serumit yang dikira
フレッツ光 | FX | ãƒã‚¤ã‚¯è²·å– | FXåˆå¿ƒè€… | å‚µå‹™æ•´ç† | ä½å®…ローン | çµå©šç›¸è«‡æ‰€ | ホームページ制作 | フラット35 | アスクル