Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 13/05/2008

Tender USO dipersiapkan paralel

JAKARTA: Ditjen Postel Depkominfo mempersiapkan pelaksanaan tender telepon perdesaan secara paralel untuk memenuhi target rencana jangka pendek menengah di tengah penantian putusan Pengadilan Tata Usaha Negara atas gugatan PT ACeS.

Santoso, Kabag Hukum Ditjen Postel Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), menuturkan persiapan tender tetap berjalan secara paralel meskipun proses pengadilan terkait dengan gugatan PT ACeS belum menghasilkan putusan.

"Kami telah mengkaji persiapan ini. Tender harus segera digelar agar komitmen tahun 2010 desa pintar [Internet masuk desa] bisa terwujud," ujarnya kemarin.

Santoso mengatakan Ditjen Postel telah memperhitungkan jika Internet memasuki tahap penggelaran (deployment) perangkat, maka dibutuhkan waktu satu tahun atau tahun 2009 yang prosesnya mesti dimulai pada tahun 2008.

"Persiapan ini memberi hasil begitu putusan diketahui. Kami optimistis dengan penjelasan kami dan unsur kehati-hatian hakim untuk memutuskan," ujarnya.

Rencana tender ulang telepon perdesaan dibayang-bayangi oleh gugatan PT  PT Asia Cellular Satellite (ACeS) terhadap Balai Telekomunikasi dan Informatika Pedesaan (BTIP). Gugatan itu  berkaitan dengan pembatalan tender USO yang semula diikuti 45 perusahaan dan menyisakan dua peserta, yaitu  PT Telkom dan PT AceS.

Dalam penawaran harga USO, PT Telkom secara total mengajukan penawaran harga sebesar Rp5,06 triliun, sedangkan PT ACeS sekitar Rp1,71 triliun. PT ACeS  berkeyakinan memenangkan tender USO, karena harga penawarannya sepertiga dari harga penawaran Telkom.  

Akan tetapi, BTIP ternyata membatalkan tender tersebut dan memilih untuk melakukan tender ulang. Merasa dirugikan, PT ACeS mengajukan gugatan atas pembatalan tender USO tersebut.

Menurut rencana, gugatan PT ACeS tersebut akan diputuskan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Kamis 22 Mei.

Perubahan parameter

Santoso mengatakan tender USO dijadwalkan berlangsung pada Juni 2008. "Jadwal Juni ini tidak boleh mundur lagi, sesuai dengan  target RJPM."

Setelah proses tender berjalan pada Juni maka dibutuhkan waktu tiga bulan atau lebih agar pemenang sudah dapat diketahui pada September 2008. Proses penggelaran akan berlangsung pada September 2008-September 2009 agar pada tahun 2010 desa dapat berdering.

Benyamin Sura, Kepala Balai Telekomunikasi dan Informatika Pedesaan (BTIP) menuturkan adanya kemungkinan sejumlah parameter tender akan disesuaikan kembali.
"Jika tender sebelumnya ada 38.000 desa mungkin jumlahnya akan berkurang karena menyesuaikan perkembangan seluler," katanya.

Menurut Benyamin, penyesuaian berikutnya ada pada waktu penggelaran yang lebih panjang. "Jika sebelumnya penggelaran untuk semua blok sama rata, kali ini mungkin berbeda-beda misalnya kawasan Timur maksimal 12 bulan," paparnya.

Santoso menambahkan pada tender ulang USO pihaknya akan mencermati pedoman teknis Keppres No. 80/2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaaan Barang dan Jasa Pemerintah beserta perubahaan dan ketentuan teknis terkait dengan penyelenggaraan telekomunikasi, melakukan klarifikasi kebijakan pemerintah untuk mengetahui ada tidaknya perubahan, serta dalam pemeliharaan dan operasi. (roni.yunianto@bisnis.co.id)

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Dell incar pasar komputer UKM
  • Hyland patok 10% omzet dari Asia Pasifik
  • Telkomsel meraih izin remittance BI
  • BRTI: Merger operator persempit kesenjangan
  • MONITOR
    Pasar hard disk ETA tumbuh 18,8%
  • KLIK
    China blokir toko online iTunes
  • KLIK
    Intel & Yahoo! rilis kanal widget
  • KLIK
    Korean Telecom pilih Arianespace
  • Transaksi online tumbuh pesat