Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 13/05/2008
NCSoft jaring 1,5 juta online game RI
JAKARTA: NCSoft, perusahaan pengembang online game terbesar dunia asal Korea Selatan, memasok seri game baru, Lineage II, menyusul keberhasilannya menjaring lebih dari 1,5 juta pengguna di Indonesia.
Park Sungjun, Senior V.P. International Business NCSoft, menuturkan pihaknya melihat Indonesia sebagai pasar yang berpotensi besar dalam pertumbuhan online game di dunia. "Kami ingin menjalin kemitraan dengan perusahaan gaming di Indonesia," ujarnya.
Sedikitnya 1,5 juta orang Indonesia, paparnya, telah memainkan game-game NCSoft di antaranya Audition AyoDance, sebuah permainan adu gerak (dance battle) secara online di mana para pemainnya dapat bertemu dan bertanding dance secara online dalam dunia maya.
Menurut Park, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan broadband di Indonesia, pihaknya optimistis pangsa pasar online game akan mengalami pertumbuhan yang juga pesat.
"Semua pengembang game dunia akan menyadari ini. Untuk itu kami pasarkan Lineage II untuk kerja sama yang saling menguntungkan dengan perusahaan lokal PT Megaxus Infotech sebagai distributor tunggal."
Eva Muliawati, Direktur Utama PT Megaxus Infotech, menjelaskan komitmen kerja sama itu akan turut memajukan pasar online game nasional dan diharapkan menjadi pemacu perkembangan teknologi dan pengembang game lokal.
Sejumlah game telah dipasarkan NCSoft ke jutaan pemain seperti Richard Garriot's Tabula Rasa, Guild Wars, dan Aion ke seluruh belahan dunia. NCSoft menyatakan bahwa pertumbuhan game ini dikarenakan update yang terus-menerus.
Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- ETALASE
Intel luncurkan Centrino 2 terbaru - ETALASE
Ber-UMPC ria ala Everun - Infrastruktur TI hijau makin relevan di tengah krisis listrik
- Solusi baru penyelarasan data di Linux
- MONITOR
Transaksi jarak dekat hasilkan US$75 miliar