Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 13/05/2008
Vendor seluler global diundang bangun pabrik
JAKARTA: Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk membuat peraturan yang memungkinkan produsen telepon seluler global mendirikan pabrik di Indonesia.
Dirjen Postel Depkomindo Basuki Yusuf Iskandar menyatakan vendor handset tersebut nantinya diarahkan untuk bekerja sama dengan manufacturing nasional, supaya ada proses pembelajaran kepada produsen lokal.
"Selama ini mereka [produsen handset] maunya jual saja, ekspor terus. Rugi kita. Kadang-kadang barangnya diselundupkan lagi," katanya kepada Bisnis di sela-sela peluncuran Flexiphone by Nexian, Sabtu malam.
Menurut dia, dibandingkan dengan belanja modal yang dikeluarkan operator telekomunikasi nasional sebesar Rp60 triliun per tahun, pasar penjualan handset di dalam negeri sebesar Rp15 triliun per tahun relatif kecil.
Namun, katanya, pasar ponsel akan semakin besar seiring meningkatnya penetrasi telepon seluler nasional. Apalagi life cycle produk handset sangat pendek.
"Kami sedang berpikir ke arah sana [ada regulasi untuk mendirikan pabrik]. Spiritnya adalah ada penguatan [untuk produk nasional]," tuturnya.
Basuki mengemukakan dalam tiga tahun terakhir, Dirjen Postel sudah berupaya meningkatkan peran perusahaan nasional dalam industri telekomunikasi.
Industri lokal
Beberapa kebijakan yang sudah dikeluarkan di antaranya menutup masuknya investor asing dalam pembangunan menara, menetapkan 30% belanja modal jaringan 3G untuk produk lokal.
"Kami juga sedang mempertimbangkan untuk menetapkan kandungan lokal perangkat elektronik WiMax sekitar 30% -35%," ujarnya.
Dia berpendapat partisipasi anak bangsa dalam industri telekomunikasi masih terbatas, sementara dalam UU Telekomunikasi disebutkan adanya asas manfaat dan kepercayaan terhadap produksi sendiri.
"Kami terus berupaya supaya porsi yang diberikan anak bangsa semakin besar, misalnya dengan ketentuan kandungan lokal dan proteksi pasar. Akan tetapi kebijakan itu bersifat sementara, karena ke depan mereka harus siap dengan persaingan bebas."
Presdir PT Metrotech Jaya Komunika produsen HP Nexian, Martono Jaya Kusuma, menjelaskan pihaknya merintis perusahaan perakitan HP di Indonesia sejak 2006.
"Pada tahun ini Nexian naik peringkat menjadi perusahaan perakitan HP dengan kandungan lokal 20%," ujarnya.
Oleh Asep Mh. Mulyana
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- MONITOR
Belanja TI dunia US$3,4 triliun - Indosat antisipasi lonjakan trafik
- XL resmikan BTS ke-14.000
- Penjualan notebook NEC tumbuh 10%
- AKSES
Intel perkenalkan fitur turbo mode