Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 13/05/2008
IBM lanjutkan dukungan pada software terbuka
JAKARTA: IBM berkomitmen menjembatani gerakan Indonesia Go Opensource Software yang dirintis Kementerian Riset dan Teknologi dengan industri. Sementara itu, kompetisi pemanfaatan software sumber terbuka IBM Indonesia baru diikuti 30% perguruan tinggi yang diundang.
Suryo Suwignjo, Presdir PT IBM Indonesia, menuturkan agar IGOS tetap berlanjut, pihaknya akan turut menjembatani gerakan tersebut ke industri.
"Ini bagian peran kami, untuk menjembatani dengan industrinya sendiri. Dengan ada yang membeli maka ada yang tertarik untuk mengembangkan software lagi," ujarnya di sela-sela pengumuman pemenang IBM Great Mind Challenge.
Menurut Suryo, IBM telah mengalokasikan US$1 miliar untuk investasi pengembangan software berbasis sumber terbuka (open source software atau OSS) yang disebar di banyak proyek dan banyak negara.
IBM Indonesia, tuturnya, akan mengampanyekan secara luas agar masyarakat tidak gamang. Di banyak kasus di Indonesia OSS oleh sebagian industri masih dianggap riskan dan tidak populer.
"Padahal di banyak negara pemanfaatan dan implementasi OSS sudah lebih maju. Bahkan Olimpiade Beijing 2008 di-support OSS," ujarnya.
IBM, lanjutnya, akan meningkatkan kerja sama dengan software house lokal termasuk dalam memaket peranti middleware dan hardware dengan menyertakan software lokal.
Kemandirian
Idwan Suhardi, Deputi Meneg Ristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, menuturkan pada hari kebangkitan teknologi nasional tahun ini pihaknya akan menampilkan kemandirian pengembangan peranti lunak
Bambang H. Purnomo, Country Manager Delivery Technology Services IBM Indonesia, menuturkan kompetisi pembuatan aplikasi yang memanfaatkan 500 hak paten peranti lunak opensource dalam IBM Great Mind Challenge diikuti 126 mahasiswa dari 12 perguruan tinggi terkemuka dalam 42 tim.
Bambang mengatakan tingkat partisipasi kompetisi belum diikuti seluruh perguruan tinggi yang diundang dari Aceh hingga Papua. "Dari 40 universitas yang kami undang yang ikut baru 12," ujarnya.
Dia mengatakan IBM akan mengevaluasi pelaksanaan kompetisi agar partisipasi pada kompetisi yang akan datang meningkat.
Meskipun baru 30% universitas yang berpartisipasi, Bambang memuji kemampuan mahasiswa yang dalam waktu singkat yaitu tiga bulan dapat membuat desain software yang mudah dalam pemanfaatan, performa, implementasi serta siap dipaket untuk dijual.
Dari kompetisi itu lima tim yang menjadi finalis berasal dari Institut Teknologi 10 November Surabaya.
Tiga tim yang mendapatkan hadiah diantaranya mengembangkan software aplikasi untuk mobile data penanganan informasi mutakhir lumpur Lapindo, aplikasi mobile cerdas Surabaya City's Online Guide, serta software untuk distribusi pupuk sistematis berbasis web.
Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- ETALASE
4 Komputer terbaru Dell untuk UKM - Apple Newton tak lekang oleh zaman
- Atom dan Nettop, teknologi hemat energi untuk desktop
- MONITOR
Jaringan 3G semakin populer di Jepang & Korsel - KLIK
Nokia perkuat konten musik