Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 16/05/2007

Omzet Fortinet di RI naik 49%

JAKARTA: Penjualan Fortinet di Indonesia selama kuartal I 2007 meningkat 49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara vendor antivirus itu menunjuk PT Computrade Technology International sebagai distributor kedua.

Judhi Prasetyo, Country Manager Pasar Berkembang Fortinet, mengatakan pencapaian itu di atas penjualan di Vietnam yang meningkat 42%, namun dari sisi besarnya pendapatan masih di bawah Singapura.

"Namun, pencapaian itu menggembirakan jika dibandingkan Singapura yang lebih maju dari sisi infrastruktur maupun prioritas budget investasi TI-nya," paparnya.

Seiring dengan peningkatan penjualan tersebut, lanjut dia, Fortinet mengembangkan jaringan pemasarannya di Indonesia dengan menunjuk PT Computrade Technology International sebagai distributor baru. Sebelumnya, Fortinet telah menunjuk PT Metrodata Electronics sebagai distributor pertamanya.

Judhi menuturkan adanya peningkatan permintaan solusi UTM Fortinet di pasar lokal.

"Perusahaan lokal kini sudah lebih maju mengantisipasi ancaman melalui Internet atau cyber threat ini ditunjukkan dari meningkatnya permintaan solusi kami," ujarnya.

Menurut dia, solusi yang diminati itu di antaranya FortiGate, FortiMail, FortiManager dan FortiAnalizer.

Dengan penunjukan itu, lanjutnya, akan tersedia beragam pilihan produk dan memudahkan bisnis skala besar maupun kecil untuk memilih sesuai kepentingan anggaran mereka.

Lebih jauh, penyedia solusi itu kini baru bergabung dengan Microsoft Virus Information Alliance (VIA), yaitu pusat sumber daya yang dapat digunakan pengguna Internet untuk mencari informasi ancaman-ancaman virus terbaru terhadap teknologi Microsoft.

Richard Stiennon, Chief Marketing Officer Fortinet, menuturkan aliansi itu menjadi strategi baru untuk mengantisipasi semakin gencarnya serangan dan kejahatan di dunia maya.

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS
  • Telekomunikasi tumbuh 10%
    Insentif bea masuk kabel optik disiapkan