Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 15/05/2008

BSA: Pembajakan software turun 1 poin

JAKARTA: Tingkat pembajakan software di Indonesia sepanjang tahun lalu  mengalami penurunan dari 85% pada 2006 menjadi 84%. Namun, kerugian industri justru naik menjadi US$411 juta.   

Donny A. Sheyoputra, perwakilan Business Software Alliances (BSA) di Indonesia, menuturkan temuan itu mengutip laporan terbaru IDC dengan menilai Indonesia telah berada pada arah yang tepat.

"Namun, masih banyak yang harus dilakukan untuk menekan tingkat pembajakan ini," ujarnya kemarin.

Dia mengatakan penurunan tingkat pembajakan akan menguntungkan bagi konsumer lokal, pengembangan software, penyedia layanan lokal, UKM dan masyarakat.

Donny mengatakan itu menyusul laporan IDC Global PC Software Piracy dari 108 negara, pembajakan software PC turun di 67 negara dan kenaikan tingkat pembajakan terjadi di delapan negara.

Pada kenyataannya, pesatnya pasar PC dunia di negara dengan tingkat pembajakan besar, tingkat pembajakan di dunia meningkat 3% poin menjadi 38% pada 2007.

Dengan tingkat 84%, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan tingkat pembajakan terbesar di samping Bangladesh (92%), China (82%), Pakistan (84%), Sri Lanka (90%), dan Vietnam (95%). Adapun, Australia (28%), Jepang (23%) dan Selandia Baru (22%) termasuk negara-negara dengan tingkat pembajakan rendah.

Pembajakan software didefinisikan BSA sebagai setiap bentuk perbanyakan atau pemakaian software tanpa izin atau di luar dari apa yang telah diatur oleh Undang-Undang Hak Cipta dan perjanjian lisensi.

Saat ditanya mengapa penurunan tingkat pembajakan software di Indonesia tidak signifikan seperti di Vietnam, Vice President BSA Asia Jeffrey Hardee menuturkan itu dikarenakan upaya penindakan (enforcement) dan legalisasi di Vietnam lebih gencar dilakukan dibandingkan di Indonesia.

Di samping itu, perbandingan dengan  pangsa pasar Indonesia lebih besar daripada Vietnam.

Software gratis

Baru-baru ini dalam kunjungannya ke Indonesia, Chairperson Microsoft Bill Gates menawarkan pemberian legalisasi software gratis bagi dunia pendidikan melalui pemberian software gratis selama pemerintah dapat mengupayakan peranti keras dengan harga di bawah US$200 melalui kesepakatan dengan penyedia prosesor Intel.

Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh menyatakan akan melakukan pembahasan dengan Chairperson Intel Craig Barrett untuk mengusahakan prosesor murah bahkan gratis bagi komputer yang akan didistribusikan ke dunia pendidikan.

Dari laporan IDC terbaru bertajuk The Economic Benefits of Lowering PC Software Piracy terungkap bahwa jika Indonesia berhasil mengurangi angka pembajakan sebesar 10% dalam 4 tahun ke depan, maka akan didapat tambahan berupa 2.200 lapangan kerja baru di sektor TI, kontribusi sebesar US$1,7 miliar terhadap produk domestik bruto, pendapatan vendor lokal sebesar US$1 miliar, dan pendapatan pajak sebesar US$88 juta. (roni.yunianto@bisnis.co.id)

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Penjualan kamera kompak Canon tumbuh 38%
  • Telkomsel garap komunitas sekolah
  • Pertumbuhan trafik interkoneksi melambat
  • AKSES
    Kolaborasi melalui Internet marak
  • AKSES
    Pesan instan kalahkan e-mail
  • Telkom dan SingTel kerja sama pengembangan SDM
  • Intel ajukan kriteria kemitraan dengan WiMax lokal
  • MONITOR
    SMS masih jadi fitur paling penting
  • KLIK
    'Pengguna tidak inginkan pita lebar'