Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 16/05/2008

Intel kembangkan PC lokal murah US$200

JAKARTA: Intel Corporation, perusahaan pengembang mikroprosesor besar dunia asal AS, sepakat membantu memajukan dunia pendidikan Indonesia dengan membuka kerja sama perakitan PC (personal computer) seharga US$200.

Kesepakatan itu mendampingi bantuan Intel lainnya, yaitu membantu program pelatihan bagi 10.000 guru dan hibah 4.000 komputer untuk sektor pendidikan.

Chairperson Intel Craig R. Barrett menilai pendidikan menjadi kunci dan fondasi yang penting bagi masa depan generasi penerus dan daya saing bangsa Indonesia. "Kami akan bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk komputer murah, selain melatih 10.000 guru dan pemberian donasi 4.000 komputer," ujarnya kemarin.

Barrett menuturkan 50% penduduk Indonesia adalah generasi muda yang mudah beradaptasi dengan perubahan dan menghadapi tantangan yang hampir serupa dengan negara lainnya seperti tantangan konektivitas atau akses padahal memiliki potensi besar untuk pasar konten lokal, konten edukasi dan komersial.

"Di satu sisi, akses broadband masih kurang dari 2%, sementara jumlah web terdaftar di Indonesia baru 40.000 situs sangat jauh dibandingkan dengan di AS yang sudah 64 juta situs web," ujarnya.

Dia mengatakan untuk menjawab tantangan itu dibutuhkan kolaborasi swasta, publik, dan pemerintah. "Kami melatih 5 juta guru di seluruh dunia di 60 negara berbeda."

Dalam kesempatan yang sama, Craig sempat memuji kemampuan perusahaan pengembang software lokal PT Pesona Edukasi yang telah mengembangkan software pembelajaran Fisika dan Matematika.

Mendiknas Bambang Sudibyo menuturkan Intel bersedia bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk menyediakan komputer seharga US$200 sudah termasuk software untuk dunia pendidikan.

Dengan kerja sama itu, paparnya, setiap sekolah akan mampu mengalokasikan Rp45 juta-Rp50 juta untuk membeli sekitar 20 komputer dalam satu laboratorium. "Tentu semua sekolah pada akhirnya memiliki lab dalam jangka menengah atau lima tahun ke depan," tutur Bambang.

Saat ini, pengembangan konten lokal untuk e-learning untuk universitas dan e-book untuk sekolah menengah masih terus berlangsung. "Apabila sekolah punya PC tidak perlu lagi beli buku pelajaran cukup akses melalui Jardiknas [intranet] karena hak cipta kami beli semua," tuturnya.

Saat ini, paparnya, sebanyak 55% dari 2.800 perguruan tinggi sudah tersambung intranet, begitu juga dengan 10% dari 300.000 sekolah (SD, SMP, SMA, dan SMK) serta 10.000 guru dan dosen.

Menkominfo Mohammad Nuh optimistis Indonesia bisa mencapai target lebih awal dari target yang dicanangkan World Summit on the Information Society PBB. "Sebelum tahun 2015, 70% seluruh sekolah di Indonesia bisa tersambung mengingat rampungnya backbone Palapa Ring tahun 2009 dan universal service obligation, yaitu penggelaran telepon pedesaan yang akan diikuti penggelaran Internet broadband tahun 2010."

Dukungan Presiden

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut baik kerja sama antara Intel Corp dan Kementerian Pendidikan Nasional.

Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal mengungkapkan hal itu dalam temu pers seusai pertemuan antara Presiden Yudhoyono dengan Chairperson Intel Corp. Craig R. Barrett di Kantor Kepresidenan, kemarin.

Pada pertemuan tersebut, Presiden didampingi oleh Mendiknas, Menkominfo, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal M.Lutfi.

Kepala Negara, lanjut Dino, berharap ketersediaan komputer dengan harga yang sangat murah terutama untuk kepentingan pendidikan dapat terwujud dalam waktu yang tidak lama lagi.

"Beliau [Presiden Yudhoyono] hari ini sangat gembira karena setelah bertemu dengan Barrett, beliau telah mendapatkan konfirmasi mengenai kerja sama untuk memproduksi komputer yang sangat murah, yaitu sekitar US$200, cepat, dan hemat energi," tutur Dino.

Pada temu pers tersebut, Barrett sempat memamerkan prosesor mikroatom, yang akan diperkenalkan pada Juni, kepada para jurnalis. Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel Indonesia Corporation, yang mendampingi Barrett dalam temu pers tersebut juga memperlihatkan mini PC berwarna hitam yang nantinya akan menggunakan prosesor mikroatom. (ratna.ariyanti@bisnis. co.id/roni.yunianto@bisnis.co.id)

Oleh Ratna Ariyanti & Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • KLIK
    Pasar data seluler Eropa tumbuh 40%
  • Palembang batasi izin menara
  • XL kembangkan jelajah internasional prabayar
  • Microsoft penetrasi SAM ke Sumatra
  • AKSES
    Indosat sosialisasikan IWIC ke-3
  • E-STRATEGY
    Memetakan preferensi dengan web mining
  • Operator seluler siapkan cadangan listrik untuk BTS
  • Jababeka ingin bangun akses WiMax
  • MONITOR
    GSM di Eropa mulai jenuh