Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 16/05/2008

'Universitas berpotensi kembangkan BWA'

JAKARTA: Universitas atau lembaga perguruan tinggi dinilai dapat berperan aktif  dalam kegiatan pengembangan teknologi akses pita lebar nirkabel atau broadband wireless access (BWA), seperti WiMax.

Gunawan Wibisono, Kepala Laboratorium Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI), menuturkan perguruan tinggi mempunyai peran tersendiri dalam pengembangan BWA melalui penelitian-penelitian yang dapat diarahkan untuk mendukung pengembangan ekosistemnya.

"Peran itu bisa diwujudkan dalam mendayagunakan potensi riset untuk mengembangkan BWA baik dari sisi software, hardware, OSS [operating system software],dan aplikasi," ujarnya.

Di samping itu, paparnya, universitas juga dapat menghasilkan riset yang berorientasi pada pemanfaatan BWA atau berkolaborasi riset dengan industri sehingga pada akhirnya menghasilkan standar.

Gunawan berpendapat dalam hal perencanaan frekuensi, perguruan tinggi juga dapat melakukan kajian teknis menyangkut alokasi frekuensi yang memerhatikan kepentingan industri, bisnis, pemerintah dan pengembangan pada masa depan.

Di sisi lain melakukan kajian bisnis misalnya dalam hal pemanfaatan frekuensi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi atau pendidikan.

Namun, dia mengingatkan sebelumnya harus ada kebijakan pemerintah terkait dengan BWA dalam bentuk roadmap atau cetak biru BWA sebagai referensi. "Blue print ini msialnya berisi strategi pengembangan industri dan perencanaan frekuensi."

Gunawan menuturkan sesuai dengan karakteristiknya, BWA cocok untuk akses Internet di kampus karena kampus membutuhkan akses Internet kecepatan tinggi dan bandwidth yang lebar untuk mencari referensi, e-mail, online game, musik, film atau melakukan penelitian. Aktivitas download biasanya dominan sementara upload-nya minim.

Infrastruktur akses biasanya menggunakan jaringan tetap yang terbatas di kampus atau melalui akses nirkabel melalui wireless local area network  (WLAN).

"Dengan karakteristik itu dan biaya yang rendah, BWA seperti WiMAX cocok untuk akses di kampus," katanya.

Modem BPL

Saat ini  UI mempersiapkan  prototipe perangkat modem yang memungkinkan akses Internet broadband melalui jaringan kabel listrik atau broadband over power line (BPL).

Gunawan mengatakan potensi BPL besar, kendati  saat ini ada 60% dari 34 juta pelanggan listrik adalah R2 ke bawah. "Kami ujicoba modem Agustus ini dan tahun depan bisa diusulkan ke pemerintah," tuturnya.

Menurut dia, riset UI dalam rangka lokalisasi produk perangkat sesuai karakter tegangan listrik di Indonesia. "Kemampuan adaptasi tegangan listrik dari modem ini dimungkinkan berkat adanya Smart Power Factor sehingga transmisi menjadai stabil."

Dia mengatakan persoalan terbesar saat ini adalah kualitas jaringan kabel listrik yang tidak baik serta koneksi antarjaringannya.

Dengan perangkat itu diharapkan ada efisiensi belanja modal operator dan tidak perlu melakukan pembangunan jaringan lagi karena sudah ada jaringan listrik yang pada akhirnya turut mempercepat penetrasi Internet di Tanah Air. (roni.yunianto@bisnis.co.id)

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • KLIK
    Pasar data seluler Eropa tumbuh 40%
  • Palembang batasi izin menara
  • XL kembangkan jelajah internasional prabayar
  • Microsoft penetrasi SAM ke Sumatra
  • AKSES
    Indosat sosialisasikan IWIC ke-3
  • E-STRATEGY
    Memetakan preferensi dengan web mining
  • Operator seluler siapkan cadangan listrik untuk BTS
  • Jababeka ingin bangun akses WiMax
  • MONITOR
    GSM di Eropa mulai jenuh