Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 16/05/2008

Bakrie pelopori revolusi tarif SMS

JAKARTA: PT Bakrie Telecom Tbk memulai revolusi tarif short messaging service (SMS) dengan meluncurkan skema tarif layanan pesan singkat berbasis karakter yang diklaim merupakan yang pertama di dunia.

Erik Meijer, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk, menuturkan perubahan tarif SMS Esia menjadi Rp1 per karakter ke berbagai operator itu merupakan revolusi mengingat biayanya hanya dihitung berdasarkan panjang pendek isi SMS.

"Semakin singkat isi SMS, semakin murah biayanya dan tanpa syarat," ujarnya kemarin.

Menurut dia, dengan revolusi tarif itu pihaknya ingin mengedukasi pelanggan untuk berhemat. "Pakai sesuai dengan kebutuhan dan pelanggan membayar berdasarkan apa yang digunakan. Jika memang pesan yang hendak disampaikan cukup jelas dalam beberapa kata atau kalimat, mengapa harus berpanjang-panjang. Gunakan singkatan untuk semakin menghemat biayanya," ujar Erik.

Selama ini, lanjutnya, SMS dikenal dengan tarif per 160 karakter. Namun, sering SMS yang diketik pelanggan jauh lebih pendek dari itu tetapi tetap dikenakan biaya sama dengan SMS panjang. Penerapan biaya seperti itu dirasakan tidak adil.

Biaya pengiriman pesan singkat atau SMS bisa mencapai Rp350 per SMS menggunakan layanan seluruh operator lain kini dengan Esia cukup berdasarkan panjang pendeknya isi SMS tersebut.

Indonesia Telecommunication User Group (Idtug) menyambut baik skema tarif baru yang ditawarkan Bakrie Telecom tersebut yang sangat inovatif dan memberikan pilihan yang lebih banyak bagi pengguna telekomunikasi.

Sekjen Idtug Mohammad Jumadi mengungkapkan skema tarif yang inovatif tersebut akan makin menarik apabila tarif diturunkan lagi karena dengan harga Rp1 per karakternya masih dianggap cukup mahal.

SMS ke sesama Esia sebelumnya adalah Rp50 per SMS, sedangkan ke operator lain Rp 250 per SMS.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Layanan Korporasi PT Bakrie Telecom Tbk Rakhmat Junaidi mengatakan tarif terbaru Rp 1 per karakter itu jauh lebih murah karena untuk pengiriman ke sesama Esia memang bisa lebih mahal bila karakter 1 SMS dimanfaatkan semua. Akan tetapi sangat jarang orang yang mengirim SMS dengan 160 karakter.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) pernah menuding operator telekomunikasi terlibat dalam kartel tarif SMS hingga permasalahan tersebut masuk dalam pembahasan Komisi Pengawas Persaingan Usaha. (Arif Pitoyo)

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Penjualan kamera kompak Canon tumbuh 38%
  • Telkomsel garap komunitas sekolah
  • Pertumbuhan trafik interkoneksi melambat
  • AKSES
    Kolaborasi melalui Internet marak
  • AKSES
    Pesan instan kalahkan e-mail
  • Telkom dan SingTel kerja sama pengembangan SDM
  • Intel ajukan kriteria kemitraan dengan WiMax lokal
  • MONITOR
    SMS masih jadi fitur paling penting
  • KLIK
    'Pengguna tidak inginkan pita lebar'