Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 01/07/2008

Asosiasi open source dibentuk

JAKARTA: Indonesia makin memantapkan arah pengembangan penggunaan peranti lunak berbasis sumber terbuka pada jalurnya ditandai dengan pendirian Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI). 

Betti Alisjahbana, Duta Open Source Indonesia, mengatakan pengembangan bisnis bagi komunitas open source akan serius digalakkan oleh AOSI melalui kerja sama dengan vendor-vendor dalam mencari objektif yang sama seperti mencari standar untuk sumber terbuka.

"Kami ingin mendorong pasar open source agar lebih besar, untuk itu kami akan melakukan promosi bersama-sama," ujarnya kepada Bisnis, di sela-sela acara pendirian AOSI, kemarin.

Menteri Komunikasi dan Informatika M. Nuh mengatakan pemerintah akan mendukung secara penuh program-program AOSI.

"Dukungan ini tidak hanya secara moral tapi melalui sinergi secara langsung pada setiap langkah kerja AOSI agar open source di Indonesia berkembang secara pesat," ujarnya.

Betti menambahkan AOSI memiliki program untuk pengembangan kompetensi open source, baik dari segi teknis maupun bisnis, dengan menggandeng para vendor.

Pembangunan sumber daya manusia yang kompeten juga akan menjadi fokus perhatian karena open source akan berkembang melalui infrastruktur yang kuat.  

Untuk itu, AOSI akan melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi. Saat ini perguruan tinggi yang telah dilibatkan adalah Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung.

Bisnis model yang mungkin tepat untuk dilakukan adalah dari sektor pendidikan. Selain itu kebutuhan dukungan dalam pengembangan aplikasi akan banyak muncul dari jasa dan dukungan teknis tadi.

Betti menyebutkan program kerja AOSI untuk 30 hari pertama adalah mendata para pebisnis open source, mengembangkan keanggotaan, meluncurkan portal yang akan menampilkan organisasi-organisasi open source.

Adapun program 100 hari kepengurusan akan diisi sosialisasi aplikasi open source ke berbagai industri, melakukan pelatihan keterampilan teknis dan bisnis.

Setelah itu, AOSI memilih mengadakan diskusi focus group dengan pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi dan Departemen Komunikasi dan Informatika. "Kami juga akan mendorong pemerintah untuk menerapkan regulasi untuk mendukung program open source." (14)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • MONITOR
    GSM semakin berjaya
  • INOVASI
    Peer-to-peer untuk jaringan lokal fleksibel
  • 'Adopsi software penghubung Oracle lebih cepat'
  • Indonesia masuk 10 besar negara pengguna pita lebar