Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 08/07/2008
Intel ajukan kriteria kemitraan dengan WiMax lokal
JAKARTA: Perusahaan manufaktur mikroprosesor AS, Intel Corporation, mengisyaratkan kemitraan dengan industri WiMax atau wireless interoperability for microwave access lokal dapat terealisasi selama saling menguntungkan.
Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel Indonesia, mengatakan pihaknya akan membuka peluang kerja sama dengan industri lokal selama kemitraan itu saling menguntungkan. "Kami akan buka dialog dua arah dan kami terbuka [terhadap kerja sama] selama situasinya akan sama-sama menguntungkan," ujarnya kepada Bisnis.
Menurut Budi, situasi saling menguntungkan itu di antaranya mempertimbangkan faktor kompetensi, kapabilitas, dan ketersediaan yang dapat didukung industri dalam negeri.
Navin Shenoy, Vice President Intel Semiconductor Ltd Asia Pasifik, menuturkan pihaknya belum menentukan berapa perusahaan lokal yang akan digandeng untuk WiMax. "Sejauh ini kami belum punya target berapa kerja sama dapat dibentuk, tetapi kami kira sebanyak apa pun selama ini memungkinkan," katanya.
Niat Intel membuka peluang untuk kerja sama dengan industri lokal yang terdiri dari operator, perakit komputer ataupun manufaktur perangkat telekomunikasi lokal tersebut dalam rangka memperbesar ekosistem pasar yang akan mengadopsi standar internasional tersebut.
Shenoy optimistis dalam jangka panjang WiMax akan tumbuh dan memacu penetrasi Internet pita lebar (broadband) Indonesia sehingga menjadi pendorong ekonomi. "Kami ingin memberdayakan kapital kami dan membuat investasi berjalan baik dan jaringan tersebar," katanya.
Perusahaan pembuat mikroprosesor atau chipset pendukung WiMax tersebut memproyeksikan dapat berperan dalam menggandakan dari pengguna broadband dari proyeksi 2 juta menjadi 4 juta pemakai pada 2012. Saat ini total pengguna broadband Indonesia baru mencapai 400.000 pengguna.
Dukung pemerintah
Budi mengatakan Intel mendukung semua inisiatif dan langkah pemerintah mengembangkan WiMax dengan mengikuti standar internasional yang telah dirumuskan WiMax Forum terutama dalam pengalokasian spektrum dan penggunaan standar IEEE 802.16e untuk memaksimalkan keuntungan penggunaan.
"Kami tidak pernah menyatakan pemerintah mempunyai persepsi keliru dan kami akan terus memberi masukan kepada industri dan pemerintah," ujarnya.
Pernyataan Intel tersebut sekaligus mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya yang menyatakan bahwa pemerintah memiliki persepsi yang keliru terhadap standar WiMax.
Ditjen Postel Depkominfo telah menyatakan pada saatnya Indonesia akan mengadopsi standar mobile WiMax meskipun pada tahap awal, standar nomadic WiMax lebih bertujuan mendukung kesiapan industri lokal.
Teknologi akses nirkabel yang diklaim mampu menyerap belanja modal dan operasional yang rendah pada jaringan tersebut tahun ini sudah mencapai momentumnya karena secara global telah ada 280 proyek penggelaran WiMax baik untuk jaringan tetap maupun nirkabel.
Intel telah mengembangkan solusi integrasi WiMax/Wi-Fi, dengan nama sandi Echo Peak yang akan hadir sebagai pilihan untuk notebook PC yang menggunakan teknologi Intel Centrino 2 processor.
Notebook PC awal itu mendukung WiMax di Amerika Serikat pada paruh kedua tahun ini dan sesuai dengan rencana dari setiap pembuat komputer dan ketersediaan jaringan WiMax diharapkan sistem serta ketersediaan jaringan akan bertambah di tahun 2009. (roni.yunianto@bisnis.co.id)
Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- ETALASE
Nokia N96 sarat fitur multimedia - Kelangkaan tenaga TI jadi pendorong outsourcing
- Menguak potensi bisnis remitansi dengan dompet bergerak
- XL naikkan 1,5 kapasitas jaringan
- Blackberry Bold incar segmen consumer