Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 08/07/2008
Pertumbuhan trafik interkoneksi melambat
JAKARTA: Asosiasi Kliring Interkoneksi Telekomunikasi (Askitel) menyimpulkan ketatnya kompetisi mendorong peningkatan panggilan telepon dalam satu operator (on-net) yang berdampak kepada melambatnya pertumbuhan trafik komunikasi lintas operator.
Sarwoto Atmosutarno, Ketua Askitel, menuturkan perlambatan pertumbuhan trafik komunikasi lintas operator atau interkoneksi terjadi sejak 2006 dan terus berlanjut.
"Akibat kompetisi, panggilan antarpelanggan dalam satu operator [on-net] menjadi jauh lebih banyak. Artinya, pada kuartal I/2008, kalau pun masih ada pertumbuhan, persentasenya kecil dan nilainya tidak signifikan," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.
Menurut Sarwoto, selama 2004-2007 rata-rata trafik interkoneksi tumbuh 37,7% per triwulan, sementara trafik pada kuartal I tahun ini hanya tumbuh 13,55%. "Panggilan on-net telah menurunkan pertumbuhan trafik interkoneksi."
Sarwoto mengatakan pertumbuhan interkoneksi juga didorong oleh meningkatnya basis pelanggan terutama dari empat operator besar. Pelanggan dari operator baru lebih besar melakukan panggilan interkoneksi ke pelanggan operator besar.
Menurut data Askitel, pendapatan interkoneksi dari kuartal ke kuartal hanya mengalami peningkatan 11,6%. Pada kuartal I/2008 mencapai sebesar Rp4,7 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu Rp4,2 triliun.
Dari sisi durasi percakapan, lanjut Sarwoto, terjadi peningkatan 12,55% dan dari sisi pendapatan naik 9,1%. "Ini ada pengaruh dari gencarnya strategi promosi," jelasnya.
Askitel mencatat, pada kuartal pertama 2008 durasi percakapan yang terhitung mencapai 11,5 miliar menit atau naik 13,6% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebanyak 10,1 miliar menit. Adapun jumlah panggilan pada kuartal pertama 2008 sekitar 8,3 miliar menit atau naik 14,7% dibandingkan dengan 7,2 miliar menit pada periode sebelumnya.
Prospek trafik panggilan interkoneksi tahun ini diproyeksikan masih akan meningkat didorong kompetitifnya strategi promosi tarif operator yang juga ditujukan untuk panggilan lintas operator.
Sistem kliring
Askitel menyatakan operasional tetap berjalan sampai disepakatinya sistem kliring trafik telekomunikasi (SKTT) yang saat ini masih dalam proses pembahasan bersama antara operator dan PT Pratama Jaring Nusantara selaku calon pengelola SKTT.
Sarwoto mengatakan pihaknya menganggap tugas Askitel untuk uji tuntas PT Pratama sudah selesai. "Prinsipnya operasional tidak berhenti dan data selalu update," katanya memastikan kesiapan jika sistem kliring beralih ke mekanisme SKTT versi pemerintah.
Askitel mengklaim volume trafik yang tercatat dalam sistemnya merupakan data yang valid dan telah diaudit oleh auditor independen, bahkan sejumlah operator telah mengirimkan datanya ke bursa di New York.
Asosiasi itu juga bersedia menyiapkan data apa saja yang diperlukan oleh pemerintah untuk mengetahui kondisi lalu lintas telekomunikasi yang terjadi di Indonesia.
Dalam perkembangan terakhir, operator telekomunikasi yang tergabung dalam Askitel akhirnya bersedia duduk sebagai dewan pengawas dalam struktur SKTT yang dilaksanakan oleh Pratama. (roni.yunianto@bisnis.co.id)
Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Shock teraphy untuk gerombolan pencuri
- ETALASE
Menjaring e-mail dengan si Badai - Suburnya budaya berbagi pengetahuan di Internet
- MONITOR
Belanja produsen semikonduktor terus turun - Operator telepon naikkan target