Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 09/07/2008
'Virus dan listrik ancam jaringan TI PON'
BALIKPAPAN: Gangguan yang datang dari virus komputer dan kelistrikan sepanjang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-17 di Kalimantan Timur dinilai sebagai ancaman serius terhadap layanan telekomunikasi selama turnamen itu berlangsung.
Hal itu disampaikan oleh Executive General Manager Telkom Divisi Regional VI Kalimantan Triana Mulyatsa. Menurut dia, jaringan telekomunikasi yang disediakan Telkom tersebut bak jalan raya di mana aktivitas penggunaan dan pengguna jalan raya bukan menjadi tanggung jawab Telkom.
Telkom, katanya, bertanggung jawab pada lebar dan sempitnya jalan sesuai dengan pesanan Panitia PON. "Pada saat operasionalnya nanti tidak menutup kemungkinan terjadinya gangguan akibat membeludaknya penggunaan jaringan, adanya virus, tidak berjalannya aplikasi Sistem Informasi PON ataupun gangguan lain akibat tidak tesedianya pasokan listrik PLN," paparnya baru-baru ini.
Untuk mengantisipasi membeludaknya lalu lintas dan percakapan selama PON, lanjut dia, Telkom telah menambah kapasitas jaringan tidak kurang dari 10% dari kapasitas terpasang. Adapun untuk mengantisipasi pemadaman listrik, Telkom menyiapkan sejumlah genset portabel dan UPS.
Pengerjaan infrastruktur komunikasi dan TI dilakukan dalam kurun waktu dua pekan. Telkom berhasil menyelesaikan pembangunan jaringan termasuk 39 titik koneksi, 19 VPN (virtual private network) berbasis IP (Internet protocol) dengan lebar pita 2 MBps, dan 20 hotspot di berbagai lokasi di Kalimantan Timur.
Selain itu, ada tujuh titik koneksi yang diorder oleh penyedia Sistem Informasi PON. Menurut Triana, total bandwidth yang disediakan 12 Mbps.
Hotspot
Telkom juga menyediakan hotspot untuk akses Internet nirkabel di hotel-hotel yang ditempati oleh para atlet, bandara, dan tempat publik lainnya. BUMN telekomunikasi itu menyiapkan 60 titik hotspot terdiri atas 36 titik berada di Balikpapan, 17 di Samarinda dan tujuh di Tarakan.
"Pembangunan hotspot sebagai upaya peningkatan layanan Telkom bagi para tamu yang berdatangan ke wilayah Kalimantan Timur. Dengan banyaknya titik hotspot mereka akan merasa nyaman dan mudah mendapatkan informasi seputar PON," jelas Achmad Sugiarto, Deputy Executive General Manager Telkom Divre VI Kalimantan. (k13)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- MONITOR
Pasar Bluetooth tumbuh 26% - KLIK
Seagate luncurkan SAVVIO 10K.3 Drive - KLIK
Cisco perkenalkan platform LinkSys - Menimang teknologi komputasi alternatif
- SOSOK
Pernah bercita-cita jadi tentara