Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 09/07/2008
SOSOK
'Ekosistem open source terbentuk'
Pria tinggi besar dengan janggut di dagu tidak menimbulkan kesan yang seram karena di baliknya ada sikap ramah yang membuat orang ingin menelisik lebih jauh tentang aktivitas dan pemikiran-pemikirannya.
Harry Sufehmi, pengusaha open source yang di dalam tubuhnya mengalir darah Minangkabau, adalah salah seorang pendiri Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) yang resmi berdiri bulan lalu.
Pria berusia 34 tahun itu mulai terjun ke usaha peranti lunak open source sejak 2006. Dia tertarik menekuni usaha tersebut karena dinilai peluangnya masih besar dan belum tergarap secara maksimal.
Pada 26 Mei 2008, dia mengusulkan kepada salah seorang staf Departemen Komunikasi dan Informatika untuk membentuk sebuah organisasi yang menyatukan berbagai institusi open source yang ada di Indonesia. Dia berharap nantinya organisasi ini dapat menumbuhkan kerja sama erat dan menciptakan kekuatan untuk mendukung open source di Indonesia.
"Ide ini ternyata ditindaklanjuti dengan cepat oleh kawan-kawan di Depkominfo."
Dia menggarisbawahi perlunya kerja sama dari banyak pihak untuk mengatasi hal tersebut. Dia mengakui AOSI memiliki dana terbatas. Akan tetapi, dengan adanya kerja sama antarinstitusi, diharapkan hal tersebut tidak menjadi kendala yang signifikan.
Harry bukanlah orang baru di dunia open source. Gelar sarjananya diperoleh dari Universitas Budi Luhur, Jurusan Teknik Informatika. Pendidikan S2 dijalani di Universitas of Central England, Birmingham, Inggris, Jurusan Computer Science.
Saat melanjutkan program S2 dia sempat magang di Birmingham City Council.
Menurut dia, ada banyak peluang bisnis open source yang bisa digarap. Dia mengakui bagi beberapa pebisnis, open source sampai saat ini masih merupakan paradigma baru yang mungkin membingungkan. Namun bagi yang jeli ini merupakan suatu kesempatan. "Jangan ada lagi pertanyaan apakah akan menggunakan open source atau tidak. Karena kini ekosistem open source sudah terbentuk dengan baik," tegasnya. (14)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- ETALASE
Nokia N96 sarat fitur multimedia - Kelangkaan tenaga TI jadi pendorong outsourcing
- Menguak potensi bisnis remitansi dengan dompet bergerak
- XL naikkan 1,5 kapasitas jaringan
- Blackberry Bold incar segmen consumer