Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 18/07/2008

Operator seluler siapkan cadangan listrik untuk BTS

JAKARTA: Operator seluler mempersiapkan back up dalam mendukung pasokan daya untuk base transceiver station (BTS) yang berada di wilayah yang terkena pemadaman listrik untuk menjaga kualitas layanan.

Merza Fachys, Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia, menuturkan pihaknya telah membahas dan mencari solusi terbaik dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyusul rencana pemadaman listrik.

"Kami telah mencoba mengontak PLN untuk mencari solusi agar standar kualitas layanan bisa dicapai," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Menurut Merza, upaya mencari solusi tersebut juga mempertimbangkan dan memahami kesulitan PLN. "Kami minta bantuan kepada PLN agar pemadaman listrik  diberlakukan secara bergilir atau tidak kontinu," katanya.

Dia menjelaskan skenario tersebut dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan persiapan operator yang telah menyiapkan fasilitas back-up di setiap BTS.

Operator seluler saat ini menyediakan genset-genset di setiap BTS dengan kemampuan memasok daya secara bervariasi antara lain untuk pengoperasian selama empat jam, enam jam, dan delapan jam.

Pihak PLN menurut rencana untuk sementara akan melakukan pemadaman listrik pada pagi hari secara bergiliran dan merata di wilayah Jakarta pada 11 Juli sampai 25 Juli selama dua jam. Jumlah menara BTS terdaftar di lapangan, sesuai dengan data Pemprov DKI Jakarta, mencapai sekitar 2.670 menara yang dibangun sejak 2001.

Dalam kesempatan terpisah, Anggota Komisi I DPR Djoko Susilo menilai kualitas layanan telekomunikasi saat ini masih belum seperti yang diharapkan.

"Saya kira perlu kesungguhan operator untuk memperbaiki kualitas. Layanan masih di bawah standar jadi harus ada perbaikan serius jangan semakin menurun," ujarnya kepada Bisnis.

Komisi I DPR berencana memanggil operator seluler dalam satu hingga dua pekan ke depan untuk menegur keseriusan operator dalam menjaga kualitas pelayanan hingga masalah validasi data registrasi pelanggan prabayar.

Bukan alasan

Gatot S. Dewa Broto, Kabag Umum dan Humas Ditjen Postel Depkominfo, menuturkan rencana pemadaman listrik bergilir merupakan kondisi normal yang tidak dapat dijadikan alasan akan mengganggu kualitas layanan dan menuai komplain.

"Kami kira operator sudah mempersiapkan back-up system dengan baik. Dari kasus-kasus selama ini terbukti saat ada gempa mereka mampu mengantisipasi dengan cepat, apalagi dalam kondisi yang kami anggap normal," tandasnya.

Gatot mengatakan layanan telekomunikasi merupakan kebutuhan primer yang tidak boleh berhenti (off) walaupun memakan waktu sebentar seperti pada layanan listrik.

"Ini sekaligus memberikan kepastian kepada publik, layanan telekomunikasi tidak lantas jadi ikut padam dan mereka [operator] tetap harus sigap!."

Ditjen Postel tetap memberlakukan lima Peraturan Menteri Kominfo tentang standar kualitas pelayanan jasa teleponi dasar yang akan berlaku mulai 21 Juli 2008 di antaranya Permen No. 10 untuk jaringan tetap (jartap) sambungan langsung jarak jauh, Permen No. 11 untuk operator jaringan tetap (jartap) lokal, dan Permen No. 12 untuk operator jaringan bergerak seluler.

Selanjutnya, Permen No. 13 bagi operator jartap mobilitas terbatas, dan Permen No. 14 untuk operator jartap sambungan internasional.  (roni.yunianto@bisnis.co.id)

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • MONITOR
    GSM semakin berjaya
  • INOVASI
    Peer-to-peer untuk jaringan lokal fleksibel
  • 'Adopsi software penghubung Oracle lebih cepat'
  • Indonesia masuk 10 besar negara pengguna pita lebar