Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 18/07/2008

Microsoft penetrasi SAM ke Sumatra

MEDAN: Perusahaan peranti lunak Microsoft memperkenalkan software asset management (SAM) kepada dunia usaha yang ada di Sumatra.

Endah Lestari, Licence Compliance Team PT Microsoft Indonesia, mengatakan pada awalnya SAM diluncurkan di Indonesia khusus untuk wilayah Jakarta pada 2006 hingga 2007. Sejak 2008, Microsoft mulai mengembangkan program SAM ke wilayah di luar Jakarta seperti Medan, Batam, Semarang, Surabaya, Denpasar, Makassar, dan Balikpapan.

Menurut dia, SAM adalah suatu proses untuk memastikan apakah program software [peranti lunak] yang digunakan suatu perusahaan atau organisasi sudah asli lisensi Microsoft atau belum.

"SAM untuk memastikan produk yang dijalankan oleh costumer asli buatan Microsoft," ujarnya saat memperkenalkan aplikasi SAM kemarin.

Endah menambahkan SAM berguna untuk menunjang edukasi dan pemahamam sebuah perusahaan atau organisasi atas penegakan UU HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual).

"SAM Juga untuk memberikan perlindungan dari virus dan pengecekan pihak berwajib," tegasnya.

Dia mengklaim perusahaaan atau organisasi yang menggunakan produk asli Microsoft akan terlindungi dari virus, sehingga bisa menghindari kejadian fatal akibat serangan virus, yakni kehilangan data. Adapun, produk ilegal dinilai rentan terhadap serangan virus.

Menurut dia, perusahaan yang menggunakan produk asli Microsoft juga dapat langsung mendapatkan pembaruan apabila ada produk baru yang diluncurkan Microsoft.

"Jadi, banyak keuntungan yang didapat konsumen menggunakan produk asli," ujarnya.

Walaupun harga beli awal produk asli Microsoft tampak lebih mahal, lanjut Endah, dilihat dari nilai ekonomi jauh lebih banyak keuntungan yang didapat daripada menggunakan produk ilegal.

Sejauh ini, katanya, penerapan SAM menemukan banyak perusahaan yang menggunakan peranti lunak Microsoft yang bukan asli tanpa disadari. (k3)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • AKSES
    Lonjakan trafik XL 400%
  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS