Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 19/07/2008

Infrastruktur TI hijau makin relevan di tengah krisis listrik

Sebuah badan pemerintah di Amerika Serikat meramalkan penurunan pasok energi global serta tetap tingginya harga energi hingga akhir tahun ini. Menanggapi hal tersebut, berbagai perusahaan besar dengan lantang menyuarakan inisiatif 'hijau' untuk menghemat energi. Bagaimana dengan pasar kecil dan menengah? Bagaimana mereka menyeimbangi biaya operasional dengan peluang yang ada?

Pada masa lampau, banyak perusahaan kecil dan menengah menganggap biaya gaji, tunjangan karyawan, dan biaya pasok adalah komponen biaya terbesar. Bagaimana dengan biaya energi mereka belakangan ini? Bagaimana Anda menilai biaya energi dibandingkan dengan biaya peluang? Bagaimana pandangan mereka mengenai pengaruh lingkungan terhadap bisnis mereka?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, IBM mewawancarai lebih dari 1.100 eksekutif di 10 pasar di Eropa, Asia dan Amerika. Para eksekutif ini menduduki posisi pimpinan departemen teknologi informasi di perusahaan yang mempekerjakan 50-500 karyawan dalam bidang manufaktur, keuangan, ritel, perawatan kesehatan, layanan TI dan profesional, serta perhotelan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka mengatakan telah terjadi peningkatan biaya energi yang sangat signifikan di perusahaan mereka selama dua tahun terakhir.

Satu dari tiga perusahaan percaya bahwa TI menyedot 10 hingga 50% anggaran energi mereka. Lebih dari 65% mengatakan bahwa penghematan energi adalah kriteria utama jika mempertimbangkan investasi TI baru.

Fakta lain, satu dari dua perusahaan kecil dan menengah industri perawatan kesehatan dan pemanufakturan telah menerapkan kebijakan pelestarian lingkungan. Selain itu, 50% perusahaan di bidang kuliner dan perhotelan mengatakan bahwa energi merupakan peningkatan biaya terbesar mereka.

Sejalan dengan peningkatan biaya energi, infrastruktur TI yang tingkat pemanfaatannya rendah sering menjadi kontributor konsumsi energi yang sebenarnya dapat dihindari. Kurang lebih satu dari tiga perusahaan yang diwawancarai mengatakan bahwa TI menyedot 10 hingga 50% anggaran energi total mereka.

Bahkan beberapa perusahaan tidak tahu besarnya kontribusi infrastruktur TI terhadap biaya energi mereka. Satu dari empat perusahaan yang diwawancarai-di luar industri layanan TI dan profesional-tidak dapat menghitung berapa kontribusi TI terhadap biaya energi total mereka.

Infrastruktur TI hijau


Sebagian besar pusat data atau ruang server yang ada saat ini mengonsumsi energi secara tidak efisien. Beberapa industri mengestimasikan bahwa 50% energi yang digunakan di pusat data atau ruang server adalah untuk listrik dan mendinginkan peralatan, bukan untuk komputasi dan pemrosesan.

Jika mempertimbangkan investasi TI baru, lebih dari 65% perusahaan -di luar perawatan kesehatan-mengatakan bahwa efisiensi energi adalah hal yang 'penting' atau 'sangat penting'. Perubahan pada kemampuan TI adalah bagian dari rencana strategis jangka pendek atau panjang.

Strategi jangka pendek berfokus pada tindakan yang berdampak langsung-mematikan peralatan yang tidak penting setelah jam kantor dan memasang sistem lampu baru. Hal ini dapat meliputi kebijakan mematikan peralatan di luar pusat data atau ruang server, seperti workstation probadi, printer, dan laptop.

Banyak perusahaan memfokuskan inisiatif penghematan energi mereka pada pengurangan biaya operasional melalui penggunaan energi secara lebih cerdas. Entah itu kebijakan tentang daur ulang atau pembatasan konsumsi energi, perusahaan tidak saja dapat menghemat biaya, tetapi juga meningkatkan citranya di mata publik dan berperan dalam upaya konservasi yang berarti.

Departemen TI juga dapat memainkan perannya dengan menyingkirkan peralatan dan aset yang sudah usang dengan cara yang bertanggung jawab. Perusahaan-perusahaan dapat mencegah peralatan, seperti komputer, perangkat jaringan atau server, dibuang begitu saja ke tempat penampungan sampah.

Dengan layanan pembelian kembali (repurchase atau buyback), perusahaan dapat memperoleh manfaat dari peralatan yang sudah tidak mereka butuhkan lagi. Dalam banyak kasus, aset TI yang sudah usang dapat memberikan manfaat bagi investasi pada waktu mendatang.

Agenda perubahan


Untuk mengatasi peningkatan biaya energi, banyak perusahaan telah atau akan melakukan perubahan pada infrastruktur TI. Banyak perusahaan juga berupaya untuk berinvestasi pada TI yang lebih efisien dan dapat menampung berbagai beban kerja untuk mengurangi konsumsi energi dan produksi panas di pusat data atau ruang server.

Pada akhirnya, 'menjadi hijau' tidak hanya membantu melestarikan lingkungan saja, tetapi juga membantu perusahaan beroperasi dengan energi minimal. Mengoptimalkan pemanfaatan TI dengan tetap memerhatikan lingkungan bukan hanya akan memberikan manfaat bagi perusahaan, melainkan juga bagi bumi kita tercinta. Sebagai penutup, berikut adalah beberapa pemikiran yang dapat membantu kita untuk melakukannnya secara efektif:

• Diagnosis

Evaluasi tingkat efisiensi, kapasitas dan kebutuhan energi ruang server atau pusat data anda, mulai dari peralatannya hingga seluruh fasilitas.

• Optimalkan ruangan data center

Pindahkan perangkat keras Anda dari lingkungan yang tidak aman, seperti lemari dinding atau ruang kantor standar yang tidak terlindungi dan kurang aman untuk mencegah panas yang berlebihan.

• Virtualisasi

Konsolidasikan sistem TI Anda untuk meningkatkan tingkat pemanfaatan dan mengurangi konsumsi energi.

• Kelola

Implementasikan kemampuan untuk secara aktif memonitor penggunaan energi dan membantu mengelola sumber daya secara lebih baik di seluruh infrastruktur TI Anda.

• Dinginkan

Adopsi teknik-teknik yang hemat biaya untuk mendinginkan ruang server atau pusat data Anda tanpa menambah jumlah AC.

• Singkirkan

Singkirkan aset yang sudah kedaluwarsa atau sudah berakhir sewanya, seperti server dan laptop, melalui program penjualan kembali atau daur ulang yang ramah lingkungan.

Oleh Fetra Syahbana
Country System Sales Executive
IBM Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • MONITOR
    Jaringan 3G semakin populer di Jepang & Korsel
  • KLIK
    Nokia perkuat konten musik
  • KLIK
    Prabayar kunci sukses pita lebar
  • Target pelanggan Indosat tercapai 67%