Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 21/07/2008

Handkey akan dominasi teknologi absensi

JAKARTA: Bisnis teknologi absensi  di Indonesia diproyeksikan didominasi oleh teknologi handkey (pemindai telapak tangan), yang mampu membaca kontur telapak tangan dan dianggap memiliki sistem yang lebih baik dibandingkan dengan  teknologi finger print (pemindai jari).

Utama Dewan, Direktur PT Insan Data permata-diler resmi perusahaan Ingersoll Rand Security Technology (IR), mengatakan sebagian besar perusahaan swasta dan sektor pemerintah lebih memilih teknologi tersebut.

Sistem handkey meminimalisasi kesulitan mesin dalam membaca identitas orang melalui kontak fisik.

"Meskipun teknologi handkey dan finger scan hampir keluar secara bersamaan, perusahaan lebih condong mengandalkan handkey pada sistem absensinya," ujarnya kepada Bisnis kemarin. 

Menurut dia, kelemahan mendasar pada perangkat finger print adalah terlalu sensitif. Teknologi ini bekerja dengan membaca garis-garis yang terdapat pada jari. Apabila keadaan garis jari berubah karena kotor ataupun terjadi pengelupasan kulit, mesin akan sulit mengidentifikasikan objek. Berbeda dengan handkey yang membaca lekuk tangan.

Di Indonesia sendiri, lanjutnya, penggunaan handkey oleh perusahaan dan sektor pemerintahan lebih besar daripada finger print komposisinya kira-kira 55% untuk handkey dan 45% untuk finger print.

Utama melihat perusahaan yang menjual solusi dengan teknologi membaca kontur tangan di Indonesia hanya dilakukan oleh perusahaan Ingersoll Rand Security Technology.

"Belum ada perusahaan lokal yang mampu menyamai teknologi handkey yang diciptakan oleh IR," katanya.

Menurut dia, PT Insan setiap tahun mengalami peningkatan penjualan handkey rata-rata sebesar 10% sampai 15%.

Sejak ditunjuk sebagai diler resmi oleh IR pada tahun 1994, perusahaannya mampu menjual 3.000 unit perangkat absensi handkey sampai sekarang. Dia menuturkan setiap tahun PT Insan dapat menjual sampai sekitar ratusan unit. (14)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • MONITOR
    Jumlah pelanggan IPTV diprediksi tumbuh 64,1%
  • AKSES
    Pita lebar nirkabel dikembangkan
  • AKSES
    Natrindo dukung program GSMA
  • Trafik Flexi melonjak tinggi