Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 21/07/2008

Sony patok penjualan camcorder HD 50%

JAKARTA: Sony memprediksi penyerapan pasar camcorder pada segmen high definition atau biasa disebut HD oleh konsumen Indonesia akan setara dengan standard definition dengan komposisi masing-masing 50%. Di Indonesia sendiri pasar camcorder HD baru mencapai 1%.

Febri, Digital Imaging Group Leader Sony Indonesia, mengatakan tren pada tahun-tahun mendatang pemakaian camcorder di Indonesia akan didominasi oleh teknologi HD. Secara konsisten Sony terus menggerakkan pasar Indonesia memperkenalkan produk tersebut ke konsumen, yang kemudian teknologi ini diikuti oleh produsen lain.

"Hanya Sony yang memiliki teknologi HD dengan sistem kompres maksimal, di produk lain hanya mampu menyediakan setengah kapasitas dari produk kami," ujarnya kepada Bisnis pekan lalu.

Camcorder HD Sony pada dasarnya memiliki empat kategori penyimpanan seperti, hard disk dan yang paling baru adalah memory stick. Saat ini, Sony akan fokus pada media penyimpanan DVD (digital versatile disc) yang juga menjadi media penyimpanan yang paling banyak dipakai konsumen di Indonesia. Febri mengakui harga camcorder HD masih mahal untuk ukuran sebagian besar masyarakat Indonesia.

Namun, katanya, walaupun harga bahan bakar minyak yang terus merangkak naik, pasar HD Sony tidak terpengaruh karena target konsumen berasal dari kalangan mampu. Yang terpengaruh dengan kondisi ekonomi adalah produk dengan rentang harga Rp2 juta-an, seperti Mini DV yang memiliki kemampuan cybershot.

Febri menjelaskan pertumbuhan penjualan camcorder HD belum terlalu besar di Indonesia, karena pasarnya masih sebatas sebagai produk pengganti, bukan berasal dari pengguna baru.

HD, lanjutnya, banyak digunakan untuk produksi pertelevisian yang kemudian oleh Sony diusung untuk digunakan pada segmen konsumer.

Digital imaging


Selain camcorder, Sony juga sedang melakukan perluasan produk lainnya yang masuk dalam bidang digital imaging. Produk teranyarnya yang sedang digarap untuk masuk ke pasar dunia adalah kamera jenis SLR (single-lens reflex). Febri menjelaskan Sony mulai mencoba masuk ke pasar tersebut pada 2006, saat perusahaan camcorder tersebut mengakuisisi Minolta perusahaan yang memproduksi jenis kamera SLR.

Produk SLR Sony dinamakan Alpha. Pada 2007 lalu Sony gencar memperkenalkan produk tersebut ke Indonesia dan tanggapannya pun cukup bagus. Pada 2008 ini, Sony akan serius memasarkan produk tersebut ke konsumen Indonesia.

"Target kami adalah memasarkan produk Alpha Sony lebih serius pada tahun ini, di mana setahun sebelumnya Sony baru sebatas melakukan program establishment."

Febri yakin produk Alpha Sony nantinya akan memiliki pangsa pasar besar, tetapi dia mengakui akan memakan waktu yang lama. Dia mengilustrasikan produk kamera sama halnya dengan agama. Konsumen akan terus berkiblat pada kamera pertama yang dimilikinya, dan susah untuk beralih pada produk lain.

Selain itu jenis SLR konsepnya adalah kamera yang lensanya dapat diganti atau dengan kata lain ada aksesori yang melekat pada produk tersebut. Dia menjelaskan biasanya konsumen mempunyai banyak koleksi lensa, karena itu tidak mudah bagi mereka untuk berganti ke merek lain.

Adapun untuk kategori kamera kompak, Sony merupakan pemimpin pasar di Indonesia. "Menurut data dari GFK, pada tahun fiskal 2007-2008 Sony memimpin pasar di Asia Pasifik dan Indonesia," jelasnya. (14) (redaksi@bisnis. co.id)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • AKSES
    Lonjakan trafik XL 400%
  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS