Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 21/07/2008

'Storage berbasis layanan masih jadi andalan'

JAKARTA: Pengelolaan sistem penyimpanan data berorientasi layanan (service-oriented) dinilai oleh para vendor dapat memberikan nilai terbaik dari sumber daya storage yang sudah dimiliki suatu perusahaan.

Hu Yoshida, Chief Technology Officer Hitachi Data Systems, menuturkan pendekatan itu terkait dengan kebutuhan untuk mengoptimalkan sistem penyimpanan (storage) termasuk fleksibilitas dalam pengelolaannya.

"Konsolidasi, peningkatan utilisasi, penghilangan sistem yang berlebihan, dan pengarsipan data statis menjadi sebagian cara paling mendasar untuk menangani masalah ledakan data dan pertumbuhan storage," ujarnya pekan lalu.

Yoshinda praktisi teknologi storage yang belum lama ini berkunjung ke Indonesia tersebut menegaskan kembali penilaian tersebut dalam seminar Hitachi Value Convention 2008 di Tokyo pekan lalu.

Dia mengingatkan jumlah data digital yang dibuat dan disimpan di Asia Pasifik terus tumbuh dengan laju percepatan yang pesat. Sementara itu hadirnya regulasi baru dan tuntutan kepatuhan mendorong organisasi bisnis maupun pemerintahan menyimpan lebih banyak data dalam kurun waktu yang lebih panjang sekaligus harus bisa mencari kembali data-data arsipnya.

Teknologi VTL

Edwin Lim, Country Manager Hitachi Data System Indonesia, menuturkan untuk menghadapi tantangan itu, penggunaan teknologi virtual tape library (VTL) juga diandalkan agar infrastruktur storage menjadi efisien, fleksibel dan selaras dengan sasaran bisnis.

"Bagi bisnis skala menengah, metode backup, pemulihan [recovery] dari VTL menjadi tersentralisasi sehingga efisien. Sementara bagi perusahaan berskala besar waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas pembuatan salinan data (backup) dan pengembalian data (restore) akan lebih cepat dengan akses dari disk dibandingkan tape," ujarnya.

VTL adalah salah satu teknologi yang digunakan untuk membuat salinan data (backup). Biasanya, data cadangan disimpan dalam bentuk tape (pita) karena pertimbangan harga.

Teknologi VTL berbeda dengan penyimpanan yang menggunakan pita. Penggunaan pita kerap menyulitkan proses pengambilan atau pemulihan data ketika diperlukan kembali di masa datang. Sementara itu teknologi VTL memungkinkan data cadangan dapat disimpan ke dalam hard disk berbiaya murah dan data pun lebih mudah diakses.

Yoshida mengatakan teknologi kunci seperti virtualisasi storage berbasis controller, provisioning dinamis dan pengarsipan aktif memungkinkan layanan storage yang terbaik termasuk dalam efektivitas biaya, utilisasi yang maksimal dari sumber daya yang sudah terpasang.

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • AKSES
    Lonjakan trafik XL 400%
  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS