Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 19/08/2008

IP-TV Telkom incar 50% pelanggan Speedy

SEMARANG: Divisi Regional (Divre) IV PT Telkom mulai memasuki bisnis layanan televisi berbasis Internet atau IP-TV (Internet protocol- TV) dengan target membidik se-kitar 50% pelanggan Speedy di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Zulhedi, Executive General Manager Divre IV PT Telkom, mengatakan produk ini merupakan kerja sama dengan PT Indonusa yang merupakan penyedia layanan televisi berbayar.

Menurut dia, Semarang merupakan satu di antara enam kota besar di Indonesia dipilih karena infrastruktur untuk untuk menunjang bisnis tersebut telah tersedia dengan kapasitas sebesar 4 megabit per second (Mbps).

"Kami menargetkan jumlah pengguna layanan ini hingga akhir tahun ini mencapai 50% dari total jumlah pelanggan Speedy di Jateng dan DIY yang mencapai 34.000 pelanggan," katanya.

Dia menambahkan  produk IPTV ini rencananya akan diluncurkan pada 27 September 2008 bertepatan dengan Hari Bhakti Telkom.

Layanan terbaru berbasis Internet Speedy ini merupakan broadband triple play,  yaitu suatu layanan terpadu antara komunikasi suara, Internet, dan video atau TV dalam satu kesatuan platform protocol Internet.

"Dengan layanan ini pengguna Speedy dapat menikmati siaran televisi, baik lokal, nasional, maupun internasional," katanya.

Zulhedi menambahkan pada tahap awal, Telkom menyediakan 10 kanal siaran IP-TV. Untuk menikmati layanan tersebut, pengguna harus memiliki perangkat set top box. (k42)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS
  • Telekomunikasi tumbuh 10%
    Insentif bea masuk kabel optik disiapkan