Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 20/08/2008
SOSOK
Pernah bercita-cita jadi tentara
Kamis, pekan lalu, paras Ermady Dahlan, Direktur Network & Solution PT Telkom Tbk, terlihat cerah. Nama Ermady merupakan salah satu dari 18 tokoh penerima tanda kehormatan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan tanda kehormatan tersebut dalam sebuah upacara yang diadakan di Istana Negara.
Atas kerja keras dan dedikasi di dunia telekomunikasi selama 35 tahun, Dewan Tanda-Tanda Kehormatan menganugerahkan Bintang Jasa Pratama kepada Ermady.
Apa arti penghargaan untuk pria kelahiran Payakumbuh, 8 April 1953 itu?
"Ini membuat saya terus meningkatkan rasa syukur. Saya sangat terharu menerima bintang jasa ini. Rasanya belum banyak yang saya perbuat," ujar Ermady, seusai upacara penyerahan tanda kehormatan.
Bergelut di industri telekomunikasi sejatinya bukan murni pilihan Ermady. Selepas dari Sekolah Menengah Atas pada 1971, Ermady muda membekali dirinya untuk bergabung dengan Akademi Militer.
Tapi restu ibunda tak didapatnya kala itu. Sebagai anak tertua, Ermady patuh. Keinginan untuk menapaki karier di dunia militer pun dihapusnya. Ia banting setir dan memilih dunia teknologi telekomunikasi.
"Saya pikir ini jalur karier yang bagus. Meskipun saat itu teknologi telekomunikasi masih biasa saja. Tapi telekomunikasi itu sifatnya sangat dibutuhkan, karena manusia merupakan insan yang membutuhkan komunikasi. Akhirnya saya tekuni terus," tuturnya.
Pilihan Ermady tak salah. Industri telekomunikasi berkembang sangat pesat.
Oleh Ratna Ariyanti
Wartawan Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- AKSES
India tunda nomor portabel - AKSES
Wikipedia galang sumbangan - AKSES
IBM akuisisi ILOG - E-STRATEGY
Berbagi infrastruktur TI perusahaan - Belanja server capai US$159 juta
Penggunaan sumber terbuka meningkat