Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 21/08/2008

'Tak ada pergeseran jadwal untuk Palapa Ring'

JAKARTA: Pemerintah menyatakan proyek Palapa Ring tidak akan mengalami pergeseran jadwal, demi mewujudkan visi konektivitas di Indonesia (Indonesia Connected) secepatnya.

Menkominfo Mohammad Nuh mengatakan tekad pemerintah tersebut saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan proyek itu akan bergeser dari jadwal dan rencana awal menyusul mundurnya anggota dan penyesuaian terhadap perkembangan lainnya.

"Kalau perlu kami ikut menanam modal juga tidak apa-apa. Dana kami siap karena masih ada sumber daya yang dapat kami optimalkan," tegasnya kemarin.

Nuh belum mau memerinci sumber dana yang dimaksud, tetapi dia memastikan pemerintah siap dan dapat mengusahakannya dengan cepat.

"Upaya ini belum kami lakukan tapi jika kami lakukan ini akan cepat jalan, saya belum bisa sampaikan," jelasnya.

Partisipasi dana pemerintah dalam Palapa Ring itu menjadi salah satu opsi jika dua opsi lainnya, yaitu penambahan suntikan modal anggaran proyek oleh anggota yang eksis maupun penambahan anggota baru dalam konsorsium proyek masih belum sesuai dengan target.

"Apa pun yang terjadi, proyek Palapa Ring harus tetap terlaksana. Siapapun yang mau mundur, proyek ini harus jalan. Kami punya tekad Palapa Ring tidak boleh dikompromikan," tuturnya.

Komitmen anggota


Joy Wahyudi, Direktur Niaga XL, berpendapat sebagai salah satu anggota konsorsium pihaknya siap jika diminta untuk menambah pendanaan dan mengambil alih hak yang  ditinggalkan oleh anggota yang mundur.

"Kami akan siap-siap saja bila diminta mengambil bagian yang ditinggalkan anggota yang mundur," jelasnya.

Menurut Joy kemungkinan itu sudah dibahas bersama anggota konsorsium lainnya. "Selama rute [landing point]-nya cocok [dengan rencana kami] sehingga kami dapat mengejar layanan bertarif murah, kami akan tambah dana, tidak masalah," tegasnya.

Rute landing point yang dia maksud adalah infrastruktur dapat menjangkau wilayah Maluku dan Papua. 

Konsorsium Palapa Ring tetap berkomitmen memulai proyek pada kuartal III tahun ini dan mempertimbangkan penyesuaian anggaran, kenaikan harga bahan baku kabel optik, serta keterbatasan kapal pengeruk untuk penanaman kabel optik dengan mempertimbangkan pembukaan jalur-jalur landing point alternatif.

Anggaran Palapa Ring semula mencapai sebesar US$225 juta atau Rp2,34 triliun yang berasal dari partisipasi PT Telkom sebesar US$90 juta. Sementara itu, PT Indosat Tbk, PT Excelcomindo, PT Bakrie Telecom, dan PT Powertek masing-masing menyanggupi setoran US$30 juta, serta US$15 juta dari PT Infokom Elektrindo.

Mundurnya PT Infokom-perusahaan yang bergerak dalam layanan VSAT, jaringan Internet, dan nirkabel-membuat anggaran menyusut menjadi US$210 juta. (roni.yunianto@bisnis.co.id)

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS
  • Telekomunikasi tumbuh 10%
    Insentif bea masuk kabel optik disiapkan