Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 21/08/2008

Speedy buka daerah terisolasi di Sumut

TELUK DALAM, Nias: Layanan Internet Speedy PT Telkom mulai melayani masyarakat daerah terisolasi di kawasan Nias, Sumatra Utara, yang meliputi  Gunung Sitoli dan Kecamatan Teluk Dalam.

Di kawasan pantai barat Sumatra tersebut, kapasitas infrastruktur Speedy sudah mencapai 192 port terdiri dari 96 port di Gunung Sitoli dan 96 port di Kec.Teluk Dalam.

Executive General Manager (EGM) Telkom Divre I Sumatra, Muhammad Awaluddin, mengemukakan kehadiran layanan Speedy di Kepulauan Nias merupakan bagian dari rencana pembangunan infrastruktur Speedy di seluruh Sumatra, setelah telah dibangun di Simeuleu dan Natuna.

"Kami berharap kehadiran layanan Speedy di Teluk Dalam, Nias Selatan, ini akan membuka keterisolasian daerah tersebut, sekaligus akan menjadikan Pulau Sumatra sebagai pulau digital," katanya pada acara peluncuran Speedy Senin lalu.

Dia menjelaskan di Teluk Dalam saat ini jumlah pelanggan telepon rumah yang telah dibangun sejak 2006 mencapai 351 satuan sambungan telepon (SST) dengan kapasitas terpasang 480 SST. Dari jumlah tersebut, sebanyak 43 satuan sambungan layanan (SSL) telah menjadi pelanggan Speedy.

"Jumlah tersebut hampir mencapai separuh dari jumlah pelanggan di Gunung Sitoli, Ibu Kota Kabupaten Nias, dengan jumlah pelanggan 90 SSL," katanya.

Penetrasi teknologi informasi dan komunikasi di daerah terpencil seperti Gunung Sitoli dan Teluk Dalam, paparnya, diyakini akan dapat merangsang perekonomian daerah terutama meningkatkan kapasitas pelaku usaha khususnya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar bisa menembus pasar yang lebih luas. (k5)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • AKSES
    Lonjakan trafik XL 400%
  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS