Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 21/08/2008
Penjualan notebook NEC tumbuh 10%
JAKARTA: NEC mencatat pertumbuhan penjualan notebook di Indonesia sebesar 10% pertahun, tetapi pasarnya belum terlalu besar dibandingkan dengan vendor notebook global lainnya.
Vernon Wong, Regional Sales Director Indonesia dan Filipina NEC Computers Asia Pacific, mengatakan pada kuartal dua 2008 NEC mengalami pertumbuhan 8% dibandingkan dengan kuartal kedua tahun lalu. Kendati begitu pasar NEC di Indonesia saat ini masih kecil.
"Sekarang ini pangsa pasar kami di Indonesia sekitar 2% sampai 4%. Diharapkan tahun depan akan menjadi 5%. Kami juga akan melihat kondisi tahun depan yang akan diwarnai pemilu,"ujarnya kepada Bisnis kemarin
Untuk memperbesar pasarnya, NEC mengubah strategi pemasarannya dengan merangkul PT Pasifik Internusa sebagai rekan bisnis baru dalam mendistribusikan produknya. Vernon menjelaskan Pasifik Internusa diberi wewenang oleh NEC untuk menangani pasar konsumer dan komersial yang sebelumnya dilakukan oleh distributor terdahulu PT Persada Bina Niagatama (PBN) dan Galva Technologies.
Vernon menambahkan kontribusi penjualan notebook NEC darii segmen konsumer dan usaha kecil menengah di Indonesia sangat besar, yaitu sekitar 85%. "Sisanya berasal dari segmen komersial."
Menurut dia, pada tahun-tahun mendatang peluang pasar di segmen konsumer akan tetap yang paling besar. Dalam memanfaatkan peluang pasar itu NEC telah melakukan studi untuk melihat karakter pengguna notebook di Indonesia agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.
Selain melalui ketiga distributornya, katanya, NEC juga memiliki jalur distribusi lain yang langsung ditangani oleh PT NEC Indonesia, terutama untuk perusahaan-perusahaan Jepang yang ada di Indonesia.
Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel Indonesia, mengatakan produk notebook di Indonesia sudah melampaui desktop dan tren ke depannya diperkirakan terus berkembang, karena penetrasi pasar komputer di Indonesia baru 30%.
Luncurkan netbook
Sebagai orang yang juga menangani penjualan di Filipina, Vernon menilai pertumbuhan di Indonesia lebih baik dibandingkan dengan di Filipina.
Dia menilai faktor kestabilan kondisi politik yang ikut memengaruhi keadaan ekonomi adalah salah satu faktor yang membuat pasar Indonesia memiliki pertumbuhan yang baik.
"Di Filipina beberapa tahun belakang ini penjualan NEC memperlihatkan perlambatan, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti bencana alam. Pertumbuhan NEC di sana hanya sekitar 4% yang didorong oleh sektor komersial," katanya.
Dia menilai peralihan penggunaan desktop ke notebook, kesadaran akan teknologi yang makin meningkat juga menjadi pendorong pasar notebook di Indonesia. NEC pada akhir kuartal terakhir tahun ini atau awal kuartal tahun depan berencana mengeluarkan produk mini notebook murah atau yang lebih dikenal dengan netbook.
Walaupun begitu, produk netbook tidak akan menjadi fokus NEC, karena pasarnya tidak akan terlalu besar untuk mengalahkan notebook konvensional.
Dia memperkirakan kehadiran netbook hanya memakan 1% pasar notebook konvensional. (14) (redaksi@bisnis.co.id)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- AKSES
India tunda nomor portabel - AKSES
Wikipedia galang sumbangan - AKSES
IBM akuisisi ILOG - E-STRATEGY
Berbagi infrastruktur TI perusahaan - Belanja server capai US$159 juta
Penggunaan sumber terbuka meningkat