Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 27/08/2008
Transaksi online tumbuh pesat
JAKARTA: Transaksi online di Indonesia dinilai terus memperlihatkan perkembangan signifikan, terutama pada usaha-usaha kecil.
Nukman Luthfie, CEO PT Virtual Media Nusantara, mengatakan pemasaran dengan memanfaatkan media online memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan transaksi konvensional. Sisi investasi merupakan faktor utama yang mendorong usaha kecil melirik media online dalam memasarkan produknya.
"Dengan pemasaran melalui media online, mereka tidak perlu mengeluarkan biaya investasi yang terlalu besar," ujarnya kepada Bisnis kemarin.
Menurut dia, orang yang membuka usaha dengan sistem pemasaran konvensional memerlukan investasi awal yang cukup besar, terutama untuk penyediaan tempat berdagang.
Dengan menggunakan media online, mereka tidak memerlukan tempat cukup hanya dengan membuat web dan pembuatannya pun relatif tidak sulit. Dia melihat kecenderungan usaha-usaha yang banyak memanfaatkan media online adalah penjualan baju, kaos, dan buku.
"Tidak ada yang menyangka bahwa segmen usaha kaos, baju, dan buku lewat online ini akan berkembang cepat dan omzetnya pun bisa mencapai Rp100 juta," katanya.
Nukman melanjutkan perkembangan transaksi online tidak hanya terjadi antara ritel ke individu, tapi juga dari penjual besar ke ritel atau dengan kata lain penjualan secara grosir seperti baju-baju muslim.
Di pihak lain dia melihat perusahaan-perusahaan besar malah tidak serius untuk mengembangkan model transaksi online. Dia menilai kondisi itu terkait dengan kondisi masa lalu, di mana transaksi lewat kartu kredit banyak mengalami kejahatan lewat Internet.
Struktur organisasi yang besar juga menjadi penyebab keengganan perusahaan skala besar untuk melakukan transaksi secara online. Bandingkan dengan usaha kecil yang me-lakukan usaha secara sendiri, sehingga dalam mengambil keputusan dapat dilkukan secara fleksibel.
Nukman menilai pertumbuhan transaksi yang dilakukan secara online tidak ada hubungannya dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik.
"Secara teknologi, sistem keamanan online di Indonesia gampang dijebol. Jadi, perkembangan itu tumbuh secara alami, tak terkait dengan ada atau tidaknya UU tersebut," katanya.
Indonesia, tuturnya, kini mulai dipercaya lagi oleh dunia internasional untuk melakukan pembayaran online, karena jumlah kejahatan lewat Internet juga sudah mulai berkurang.
Kepercayaan itu juga ditopang adanya alternatif pembayaran lain seperti pay pal yang data pembelinya telah dijamin kebenarannya.
Intinya, lanjut Nukman, tren transaksi harus mengarah ke sana. Usaha off line juga harus dilengkapi dengan menyediakan pemasaran secara online.
"Alasan utama dengan online, investasi bisa jauh lebih rendah dibandingkan dengan mendirikan toko. Toko online tidak terbatas waktu, dan semua orang di seluruh di dunia bisa melihat produk yang di tawarkan," katanya. (14)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- AKSES
India tunda nomor portabel - AKSES
Wikipedia galang sumbangan - AKSES
IBM akuisisi ILOG - E-STRATEGY
Berbagi infrastruktur TI perusahaan - Belanja server capai US$159 juta
Penggunaan sumber terbuka meningkat