Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 28/08/2008

Hyland patok 10% omzet dari Asia Pasifik

JAKARTA: Hyland Software Inc-penyedia solusi manajemen konten perusahaan-menargetkan pendapatan US$150 juta pada 2008 dan sekitar 10% ditargetkan berasal dari pasar Asia Pasifik.

David Fender, Marketing Director Asia Pasific Hyland Software, mengatakan  tahun lalu Asia Pasifik memberikan kontribusi pendapatan sebesar US$2 juta. Dia optimistis sampai akhir tahun ini pendapatannya akan meningkat US$50 juta.

"Kami telah memperluas pasar kami ke-15 negara di Asia Pasifik di antaranya India, China, Australia, Hong Kong, dan Indonesia. Sebelumnya lima tahun terakhir kami hanya menggarap pasar Jepang di Asia Pasifik," ujarnya pada acara peluncuran software OnBase kemarin.

OnBase adalah software yang memiliki fungsi untuk mengatur alur kerja di sebuah perusahaan. Aplikasi yang disediakan mulai dari digitalisasi dokumen, alur kerja, dan pengiriman dokumen digital.

Pada acara tersebut, Hyland juga memperkenalkan Infinitum sebagai distibutor resminya di Indonesia.

Dickie Widjaya, Direktur Infinitum, mengatakan pasar Hyland di Asia Pasifik masih kecil, karena mereka berkembang secara alami. Berbeda dengan kompetitornya yang  besar, karena mereka mengakuisisi perusahaan lain.

Di pasar Indonesia, katanya, Hyland akan mulai menggarap pasar asuransi. Menurut data dari Asosiasi Asuransi Indonesia, perusahaan sektor tersebut berjumlah 100 perusahaan dan itu belum termasuk segmen asuransi jiwa.

"Dalam lima tahun mendatang, 80% dari jumlah perusahaan asuransi di Indonesia ditargetkan akan menjadi pelanggan kami. Namun, target sampai akhir tahun Hyland akan meraih tiga pelanggan," katanya.

Fender menambahkan  Hyland telah memiliki 100 pelanggan di Asia Pasifik dan 7.200 pelanggan di dunia. Kebanyakan dari pelanggannya saat ini berasal dari sektor lembaga keuangan, universitas, dan perusahaan asuransi.

Andalkan Jepang


Menurutnya, pasar terbesar Hyland di Asia Pasifik pada beberapa tahun mendatang tetap akan berasal dari Jepang. Sejak lima tahun lalu, pertumbuhan pasar di Jepang mengalami rata-rata peningkatan sebesar 25%.

Dia menargetkan dua tahun mendatang kontribusi penjualan Jepang akan mencapai 10% dari total pendapatan Hyland, karena ke depannya pertumbuhan Negeri Sakura tersebut akan digenjot sebesar 100% per tahun.

Begitu juga dengan 15 pasar baru di Asia Pasifik ditargetkan akan memberikan sumbangan pendapatan sebesar 10% dari total nilai bisnis perusahaan tersebut.

Dia memperkirakan Indonesia dan Korea Selatan menyumbangkan 25% dari 10% total pendapatan yang dihasilkan oleh 15 negara.

Fender memperkirakan secara global Hyland berada di urutan nomor lima atau menguasai 25% pangsa pasar sebagai perusahaan yang menghasilkan penjualan terbanyak software konten manajemen. (14)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS
  • Telekomunikasi tumbuh 10%
    Insentif bea masuk kabel optik disiapkan