Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 28/08/2008
BRTI: Merger operator persempit kesenjangan
JAKARTA: Proses merger operator kecil dinilai positif untuk menutup kesenjangan bisnis mereka dengan tiga operator besar-PT Telkomsel, PT Indosat Tbk, dan PT Excelcomindo Pratama Tbk, yang menguasai 84% pelanggan telepon nasional.
Heru Sutadi, Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi (BRTI), mengingatkan semakin lebarnya kesenjangan kekuatan bisnis antara operator kecil dengan ketiga operator besar tersebut.
"Ketiga operator besar itu sudah hadir puluhan tahun dan telah menjaring banyak pelanggan," ujarnya kepada Bisnis.
Sinyalemen anggota BRTI itu cukup masuk akal. Menurut catatan Bisnis, jumlah pelanggan telepon seluler di Tanah Air saat ini sudah melampaui 132 juta nomor.
Jumlah pelanggan Telkomsel saat ini mencapai sekitar 58 juta, sedangkan pelanggan Indosat 30 juta dan pelanggan Excelcomindo (XL) 22,9 juta.
Dengan kata lain, ketiga operator besar itu mampu menjaring 110,9 juta pelanggan atau menguasai 84% pelanggan seluler di Tanah Air.
Angka ini sangat timpang dengan perolehan 11 operator pemegang lisensi lainnya yang hanya memperoleh 16% pelanggan. Kesebelas lisensi operator itu adalah Natrindo Telepon Seluler (Axis), Hutchison CPT (3), Mobile-8 (Fren), Sampoerna TI (Ceria), Smart Telecom (Smart), StarOne (milik Indosat), Telkom (Flexi), dan Bakrie Telecom (Esia).
Porsi asing
Heru menilai penerbitan peraturan yang mengatur merger dan akuisisi operator telepon sudah mendesak dan dibutuhkan untuk menjawab berbagai masalah terkait penguasaan frekuensi dan penomoran.
"Mengenai hal lainnya seperti perilaku yang mengarah kepada praktik monopoli dan kartel, BRTI juga punya wewenang dalam pengawasannya," tegas Heru.
Dia menjelaskan dalam hal pembelian saham, yang harus diperhatikan adalah masalah daftar negatif investasi, yaitu mengenai porsi kepemilikan asing baik untuk operator yang berlisensi jaringan telepon tetap maupun jaringan telepon seluler.
Sebelumnya, Dirut PT Telkom Tbk Rinaldi Firmansyah berpendapat Indonesia merupakan negara dengan jumlah pemain yang terlalu banyak saat ini.
"Dengan 11 operator di sektor telekomunikasi dibandingkan di negara lainnya yang rata-rata antara 4 dan 6 pemain, Indonesia terlalu banyak pemain," ujarnya belum lama ini.
Beberapa tahun lagi, tuturnya, lebih dari 80% populasi akan terjangkau dan untuk itu iklim usaha di bidang telekomunikasi juga perlu dijaga agar kondusif. (roni.yunianto@bisnis.co.id)
Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- AKSES
India tunda nomor portabel - AKSES
Wikipedia galang sumbangan - AKSES
IBM akuisisi ILOG - E-STRATEGY
Berbagi infrastruktur TI perusahaan - Belanja server capai US$159 juta
Penggunaan sumber terbuka meningkat