Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 28/08/2008
IGADD usulkan 5 model pendanaan broadband
JAKARTA: Organisasi Investor Group Against Digital Divide (IGADD) mengusulkan lima model pendanaan, yang bisa diterapkan Indonesia dalam memobilisasi kekuatan untuk membangun infrastruktur broadband.
Craig Warren Smith, Pendiri IGADD, menuturkan pihaknya mengidentifikasi lima jenis pendanaan yang berpotensi mendanai transformasi ke arah masyarakat broadband di Indonesia.
"Penting untuk mencari sumber pendanaan di luar sumber pendanaan konvensional seperti investasi bank sebagai sumber potensial bagi investasi komersial, subsidi atau asistensi teknis dalam membangun ekosistem broadband," ujarnya.
Dia menguraikan itu dalam kerangka pikir untuk mengantisipasi krisis likuiditas yang terjadi di institusi keuangan komersial besar ditengah persepsi adanya kelangkaan dana untuk membiayai ekosistem broadband nasional.
Kelima sumber tersebut, paparnya, adalah pendanaan dari lapisan pasar menengah, pendanaan dari industri telekomunikasi dan seluler, pendanaan dari luar negeri, pendanaan syariah, serta pendanaan ventura sosial atau filantropis.
Lima sumber pendanaan tersebut disajikannya dalam Meaningfull Broadband Report yang akan dirilis September 2008.
Menurut Smith, sumber pendanaan dari lapisan pasar menengah mengandalkan daya beli dari penduduk berpenghasilan antara US$1.000-US$3.000 perkapita yang merepresentasikan 50% dari total populasi dan 80% dari total belanja penduduk di Indonesia.
Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- MONITOR
CDMA jangkau 106 negara - AKSES
India tunda nomor portabel - AKSES
Wikipedia galang sumbangan - AKSES
IBM akuisisi ILOG - E-STRATEGY
Berbagi infrastruktur TI perusahaan