Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 29/08/2008

Pasar server Unix di RI diprediksi US$80 juta

JAKARTA: Pasar server berbasis sistem operasi Unix di Indonesia tahun ini diprediksi mencapai US$80 juta-US$90 juta. Adapun server yang berbasis banyak sistem operasi (multi- OS) akan lebih besar lagi.

Hendrico Soewardjono, Director Business Critical Systems, Technology Solutions Group HP Indonesia,  menilai angka itu cukup fenomenal  di tengah tren pasar yang sudah kritis dalam mempertimbangkan belanja server.

"Perusahaan di Indonesia sudah sadar dan mempertimbangkan nilai tambahnya, misalnya, mereka sadar tidak perlu lagi membeli 2 server atau 4 server berbeda kalau ternyata satu saja bisa," ujarnya.

Kapitalisasi pasar server berbasis Unix di Indonesia tahun lalu mencapai US$59 juta dan tahun ini diproyeksikan meningkat menjadi US$80 juta-US$90 juta. Adapun server yang terintegrasi atau menggunakan sistem operasi gabungan Windows-Linux-Unix (multi-OS) jauh lebih besar lagi.

HP kemarin memperkenalkan server Integrity NonStop NB50000c BladeSystem terbaru, yang diklaim dapat mendukung pengolahan transaksi berkapasitas besar serta memiliki kemampuan respons seketika dalam satu desain yang efektif biaya.

"HP Integrity sudah terjual ratusan unit di Indonesia. Pada kuartal I/2008, perolehan kami berada di posisi nomor dua," ujarnya.

Hendrico menjelaskan server sekelas superdome yang memiliki 128 inti sudah dipakai oleh sektor telekomunikasi dan finansial serta sektor lainnya.

Di segmen pasar server Unix non-x86 yang lebih dikenal sebagai server non-Intel maupun di segmen pasar server x86, HP bersaing ketat dengan IBM dalam merebut pangsa pasar.

Di tingkat global, lembaga riset IDC memperkirakan HP mampu mempertahankan dominasinya lebih dari satu dekade di pasar server x86. Selain memimpin dari sisi total volume pengiriman server vendor tersebut juga menduduki posisi terbesar kedua dari total pendapatan pabrik server.

Di segmen x86, HP masih memimpin dari sisi pendapatan pabrik keseluruhan dan volume untuk server x86-64, yang berbasis AMD Opteron dan Intel Itanium secara global. HP juga menguasai pasar tiga sistem operasi gabungan lainnya dengan lebih dari 96% dari keseluruhan server yang dikapalkan di seluruh dunia.

Makin sadar


Herbert Zwenger, Vice President Business Critical Systems HP Asia Pasifik & Jepang, menjelaskan faktor yang mendorong penggunaan server HP Integrity NonStop mencakup pertimbangan dari sisi fleksibilitas, penghematan biaya, keputusan merger dan akuisisi, serta pembukaan kantor cabang baru.

"Penggantian mainframe akan bergantung pada seberapa agresif perusahaan itu misalnya dalam menerapkan strategi untuk memodifikasi pengelolaan teknologi informasinya dengan sistem terbuka atau klaster," katanya.  

Dia menilai perusahaan di Indonesia semakin menyadari vendor membantu menyederhanakan, mengotomatisasi dan mengoptimalisasi lingkungan TI dengan virtualisasi.

"Virtualisasi sebenarnya salah satu strategi yang sudah kami perkenalkan beberapa tahun lalu." (roni.yunianto@bisnis.co.id)

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Akses data jadi tren di Bali & Nusa Tenggara
  • Smartphone kuasai 10% pasar ponsel
  • Operator siap patuhi tarif batas bawah SMS
  • Telekomunikasi tumbuh 10%
    Insentif bea masuk kabel optik disiapkan