Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 06/09/2008
Atom dan Nettop, teknologi hemat energi untuk desktop
Kini telah terlahir generasi komputer baru, yaitu komputer desktop dengan mengadopsi prosesor notebook. Bisa ditebak, kombinasi itu melahirkan desktop bertenaga tetapi hemat konsumsi listrik.
Beberapa tahun lalu ada satu kategori komputer jinjing yang dinamakan desktop replacement. Meskipun sekilas terlihat sebagai komputer jinjing, desktop replacement punya perbedaan penting dibandingkan komputer bergerak lainnya.
Perancangnya bertujuan menciptakan komputer jinjing yang ukuran dan kemampuannya setara dengan laptop. Karena itu biasanya desktop replacement sering menggunakan komponen komputer meja, termasuk prosesor. Ukurannya juga lebih besar dan berat daripada komputer jinjing biasa.
Namun itu dulu. Saat ini desktop replacement sudah jarang ditemui jejaknya, hilang ditinggalkan oleh pacuan teknologi. Salah satu penyebabnya adalah karena komponen notebook saat ini sudah sangat bersaing dengan komponen desktop.
Bila Anda benar-benar mementingkan kinerja komputer desktop tercepat memang masih lebih unggul daripada notebook. Namun notebook mainstream sudah tidak kalah dari desktop (kecuali pada hal seperti ukuran layar).
Yang menariknya, pembuat prosesor seperti Intel saat ini mulai menerapkan teknologi yang dahulu hanya ditemukan pada komputer jinjing untuk komputer meja. Arsitektur Core yang saat ini dipakai untuk prosesor desktop dan laptop diturunkan dari Intel Pentium M, prosesor mobile yang menjadi otak dari platform Centrino generasi pertama.
Dengan demikian prosesor generasi terbaru yang berbasis arsitektur Core lebih efisien dalam konsumsi daya dibandingkan Pentium 4.
Di sisi lain pembagian mode komputasi menjadi komputer meja dan jinjing (desktop dan laptop) makin lama makin dipertanyakan. Salah satu penyebabnya dengan semakin bertenaganya ponsel, yang dahulu hanya dipandang sebagai alat komunikasi. Komputasi bergerak sekarang juga dapat dilakukan dengan ponsel atau PDA. Namun meskipun otaknya sudah jauh lebih cepat, dari segi antarmuka ponsel dan PDA masih punya keterbatasan secara fisik.
Ini mungkin salah satu sebab me-ngapa ketika EeePC diluncurkan pasar menyambut gembira, karena relung antara PDA dan komputer jinjing tradisional sekarang sudah terisi. Peranti berukuran mini seperti ini mungkin tidak baru (OQO misalnya bisa dianggap sebagai mini-notebook sekelas EeePC), tetapi dari segi harga peranti mini-notebook sebelumnya masih dirasakan terlalu mahal.
Alternatif lain adalah tablet (seperti Nokia N770, N800 dan N810), UMPC (ultra mobile personal computer, dari Microsoft), dan MID (mobile internet devices, dari Intel). Namun mini notebook saat ini adalah bentuk yang paling memikat perhatian publik.
Vendor komputer jinjing tradisional cenderung enggan untuk memandang kesuksesan EeePC dan komputer sekelas yang muncul kemudian dari sudut ukuran yang digunakan. Yang biasa disorot adalah harganya yang cenderung lebih murah daripada komputer jinjing tradisional.
Kelas baru komputasi
Buat mengantisipasi munculnya kelas komputer baru ini, Intel punya senjata baru: Intel Atom. Pada komputer mini notebook (atau dalam peristilahan Intel: netbook) prosesor ini sudah mulai banyak ditemukan. Asus misalnya menyertakannya dalam generasi terbaru netbook mereka, begitu pula MSI dan Acer.
Seperti layaknya prosesor mobile, Atom merupakan prosesor yang hemat listrik, dibandingkan prosesor desktop. Thermal design power (TDP) untuk Intel Atom 270 misalnya, yang digunakan untuk netbook hanya 2,5 watt. Bandingkan dengan TDP Intel Core 2 Duo untuk desktop yang mencapai 65 watt. TDP Intel Atom bahkan masih lebih rendah daripada generasi Intel Core terbaru, Penryn (TDP 35 watt).
Penghematan daya ini antara lain diperoleh dari ukuran chip yang diciutkan. Intel Atom merupakan prosesor paling kecil dari Intel, dengan ukuran hanya 22 mm x 22 mm. Dengan teknologi proses 45 nanometer Intel dapat memampatkan prosesor ke dalam keping silikon yang lebih mungil dari generasi prosesor yang menggunakan teknologi proses 65 nanometer atau 90 nanometer.
Seperti juga yang terjadi pada Pentium M, Intel membawa teknologi prosesor mobilenya ini pada desktop. Atau, bila mengikuti peristilahan Intel, nettop. Ini disejajarkan dengan Atom 270 yang ditujukan untuk netbook.
Intel Atom buat nettop memungkinkan pembuat komputer untuk memproduksi komputer meja dengan harga yang murah, yaitu mulai harga US$ 220 (minus sistem operasi). Selain itu keuntungan lain adalah konsumsi daya yang jauh lebih rendah. TDP untuk Atom 230 adalah 4 watt saja.
Penggunaan lain yang sebenarnya cukup menarik adalah untuk komputer Small Form-Factor (SFF). Karena Atom memakan daya rendah, tidak perlu sistem pendinginan yang berlebihan. Ini memungkinkan rancangan komputer yang lebih kompak. (redaksi@bisnis.co.id)
Oleh Gombang Nan Cengka
Kontributor Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- AKSES
India tunda nomor portabel - AKSES
Wikipedia galang sumbangan - AKSES
IBM akuisisi ILOG - E-STRATEGY
Berbagi infrastruktur TI perusahaan - Belanja server capai US$159 juta
Penggunaan sumber terbuka meningkat