Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 06/09/2008
Apple Newton tak lekang oleh zaman
Ketika Apple Computers memperkenalkan produk terbarunya sekitar 13 tahun lalu dengan nama Apple Newton Message Pad, banyak orang yang merasakan kalau Apple Newton merupakan sebuah produk masa depan. Memang, Apple Newton merupakan sebuah produk yang sangat futuristik dan sangat kental dengan nuansa masa depan.
Kalau menilik kembali ke produk Apple Newton, harus diakui bahwa Steve Jobs dan teman-temannya di Apple Computers memiliki sebuah visi yang mendalam dan meluas ke masa depan.
Sebagai sebuah konsep dan produk, tidak ada yang salah dengan Apple Newton. Ketidakberhasilan Apple Newton untuk diserap oleh konsumen, lebih merupakan akibat tidak siapnya masyarakat untuk menggunakan dan memanfaatkan Apple Newton pada saat itu.
Apple Newton adalah sebuah produk yang mendahului zamannya, sebuah fenomena yang tidak ada presedennya bahkan sampai sekarang ini.
Padahal, kalau kita berselancar di toko-toko komputer dan elektronik di belahan mana saja di dunia, konsep PDA (personal digital assistant) yang kita kenal melalui produk Apple Newton kini menjadi barang yang tersebar luas. Minat masyarakat terhadapnya pun setara dengan ketertarikan orang terhadap discman, kamera digital, jam tangan, MP3 player atau alat-alat tulis sejenis Mont Blanc.
Komputer genggam atau lazim dengan sebutan PDA ini, terdiri dari berbagai merek dan model. Mulai dari iPAQ buatan Compaq, Jornada buatan Hewlett-Packard. Belakangan kedua perusahaan ini bergabung dan membuat produk konvergensi digital yang kita kenal dengan nama HP iPAQ. Produk lainnya ada Workpad buatan IBM, Clie buatan Sony, Cassiopeia buatan Casio, Treo buatan Palm dan berbagai merek lainnya.
Yang menarik-Apple Computers yang memikirkan konsep PDA secara meluas dan mendalam-saat ini telah memberikan "keturunan" bagi generasi Apple Newton-nya, yaitu sebuah produk konvergensi digital yang bernama iPhone.
Pertanyaan yang kemudian muncul dari "mewabah"-nya berbagai ragam PDA ini adalah apa sebenarnya yang mendorong tersebar dan meluasnya perangkat ini? Apakah perangkat PDA ini akan sama pengaruhnya dengan ponsel yang bisa melebihi jumlah fixed line. Artinya, pada suatu titik tertentu akan mampu untuk melebihi keberadaan komputer PC yang sekarang jumlahnya mencapai sekitar 500 juta unit.
Ini memang menjadi sebuah fenomena menarik, karena kemajuan teknologi PDA memang sangat pesat dibanding ketika Apple Newton pertama kali muncul. Kecepatan prosesor, sistem operasi yang atraktif serta lebih stabil, program aplikasi yang semakin banyak dan mudah diperoleh, konvergensi ke berbagai peralatan teknologi lainnya, semua ini menjadi faktor pemacu dan sekaligus pemicu perkembangan pesat PDA sekarang ini menjadi komoditas yang digemari.
Lihat saja di pasaran sekarang ini, banyak ragam PDA yang ditawarkan dengan label harga yang berbeda-beda dan masing-masing memiliki keunggulan, kelebihan, ketangguhan, dan bahkan kelemahannya sendiri-sendiri.
Komunitas Apple Newton
Di sisi lain, dalam satu-dua tahun terakhir ini kita menyaksikan bagaimana para pemain industri PDA mengalukan produksinya pada perangkat konvergensi yang kita kenal dengan istilah PDA Phone atau SmartPhone. Para produsen ini menggenjot terus-menerus produknya untuk memperluas pangsa pasar secara maksimum.
Namun, di tengah hingar bingarnya kemunculan produk PDA dan produk konvergensi yang ada saat ini, Apple Newton yang telah lama menghilang tetapi pelan tapi pasti mulai menunjukkan keberadaannya kembali, hal ini terbukti dengan banyaknya komunitas pengguna PDA buatan Apple ini. Sebut saja seperti The Newted Communty (www.newted.dyndns.org) yang selalu memuat berita-berita seputar aktivitas komunitas Newton di seluruh dunia.
Bahkan komunitas ini melakukan penggalangan dana untuk korban badai Katrina beberapa waktu lalu. Selain itu ada komunitas yang diberi nama Newton Flickr Group (http://www.flickr.com/groups/newtons/) yang meng-update beritanya dengan gambar-gambar terbaru dari modifikasi baik software maupun hardware Newton Message Pad ini.
Setelah melihat foto-foto modifikasi Newton ini, mungkin sebagian orang yang tidak mengenal produk ini akan menyangka bahwa ini adalah produk PDA terbaru buatan Apple atau iPod terbaru buatan Apple. Mereka salah besar karena produk ini sudah ada sejak bebe-rapa belas tahun lalu, saat di mana PDA dan perangkat mobile belum begitu marak seperti saat ini.
Tidak hanya itu, seorang fanatik Newton yang memiliki situs di http://www.styledash.com menjabarkan dengan gamblang bagaimana sebuah PDA Newton miliknya bisa menggantikan Ultra Mobile PC, dia membuat daftar aplikasi yang terpasang pada Newton-nya mulai dari aplikasi produktivitas seperti aplikasi perkantoran, networking hingga aplikasi multimedia dan game.
Dari pengalaman menggunakan beragam jenis PDA mulai dari Apple Newton sampai Graffiti buatan Hewlett Packard atau Ipaq buatan Compaq sampai Workpad 505 buatan IBM atau Treo dan Tungsten W buatan Palm, semua perangkat PDA ini memberikan sebuah gradasi pengalaman dan penggunaan berbeda yang belum menunjukkan sebuah titik pemberhentian seperti pengalaman kita dalam menggunakan komputer PC ataupun komputer notebook atau laptop dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.
Oleh Oki Rosgani
Pengajar multimedia SMK Bina Putera Subang
bisnis.com
Berita Lain
- AKSES
India tunda nomor portabel - AKSES
Wikipedia galang sumbangan - AKSES
IBM akuisisi ILOG - E-STRATEGY
Berbagi infrastruktur TI perusahaan - Belanja server capai US$159 juta
Penggunaan sumber terbuka meningkat