Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edis Harian » Teknologi Informasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 08/09/2008
Telkom perkuat bisnis incar akuisisi Biznet
MEDAN: PT Telkom Tbk menjajaki akuisisi 51% saham Biznet di bawah bendera PT Supra Primatama Nusantara. Ini adalah bagian dari rencana strategi pengembangan bisnis inti perusahaan.
Biznet merupakan salah satu perusahaan penyelenggara jaringan (network access provider) di Indonesia yang memiliki penguasaan pasar yang cukup signifikan. Perusahaan ini menyediakan layanan metro ethernet dan metro FTTH (fiber to the home), layanan Internet dan fasilitas data center bagi perusahaan, fasilitas disaster recovery dan managed services.
Direktur Keuangan PT Telkom Tbk Sudiro Asno mengungkapkan pihaknya sedang melakukan pengkajian dan evaluasi terhadap rencana pembelian saham Biznet terutama dalam perkiraan nilai pembelian 51% saham perusahaan itu.
"Jika evaluasi sudah dilakukan dan didapatkan perkiraan harga saham yang hendak dibeli, kedua belah pihak akan duduk bersama untuk mencapai kesepakatan. Proses ini sedang berjalan, kita lihat saja perkembangannya," katanya yang dihubungi Bisnis seusai mengikuti acara buka puasa bersama jajaran Kandatel Medan, di Medan, pekan lalu.
Pada prinsipnya, tuturnya, setiap aksi korporasi seperti pembelian saham sebuah perusahaan yang memiliki keterkaitan erat dengan bisnis inti maka direksi Telkom akan mengkaji serius minat tersebut.
"Kami lihat rencana pembelian saham Biznet ini sudah sejalan dengan rencana pengembangan perusahaan. Apalagi bisnis Biznet sejalan dengan bisnis inti Telkom, tentu saja kami berminat.''
Da menegaskan Telkom hanya akan merealisasikan minat pembelian saham tersebut jika pihak Biznet mau menerima keberadaan Telkom sebagai pemegang saham mayoritas dengan kesediaan menjual 51% sahamnya.
"Kalau nggak mau mayoritas, biasanya nggak jadi. Tegasnya, kayak gitu. Jadi kalau nantinya pihak Biznet tidak bersedia melepas 51% sahamnya yang berkonsekuensi menempatkan Telkom sebagai pemegang saham mayoritas, kami akan mundur,'' tandasnya.
Public Relations Biznet Rizka Apricia yang dihubungi Bisnis mengatakan sejauh ini manajemen Biznet belum dapat memberikan penjelasan rinci terkait dengan informasi rencana Telkom membeli saham Biznet.
"Sepengetahuan saya, belum ada pembicaraan mengarah ke hal itu [pembelian saham Biznet]," katanya singkat.
Prediksi laba
Pada kesempatan tersebut, Asno mengemukakan perolehan laba Telkom pada tahun ini diperkirakan dapat mencapai Rp12,8 triliun, sehingga setidaknya bisa menyamai perolehan laba pada tahun buku 2007.
"Di tengah kompetisi pasar yang semakin ketat saat ini, kami optimistis bisa mencetak laba yang relatif sama dengan tahun lalu. Pada semester II/2008 ini, kami akan melakukan serangkaian pembenahan sehingga nilai tambah perusahaan akan semakin baik dari semester I/2008."
Menurut dia, kontribusi perolehan laba tetap menumpuk pada lini utama sektor GSM Telkomsel dengan kontribusi pendapatan 65% dan net income 70%, kemudian fixed wireless Flexi dan Internet Speedy.
"Khusus untuk Speedy masih akan terus kita genjot. Pada tahun ini penjualan layanan Speedy yang akan terus ditingkatkan bandwidth dan speed-nya ditargetkan Rp1 triliun, dua kali lipat dari tahun lalu Rp500 miliar."
Dia menyebutkan program pensiun dini bagi sekitar 100 karyawan dengan perkiraan dana Rp800 miliar akan menekan perolehan laba tahun 2008.
"Kalau program pensiun dini ini tidak ada, perolehan laba akan lebih tinggi dari laba tahun 2007," tegasnya. (k5) (yusran.yunus@ bisnis.co.id)
Oleh Yusran Yunus
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- MONITOR
CDMA jangkau 106 negara - AKSES
India tunda nomor portabel - AKSES
Wikipedia galang sumbangan - AKSES
IBM akuisisi ILOG - E-STRATEGY
Berbagi infrastruktur TI perusahaan